Penyerapan Beras Petani oleh Bulog Terkendala

Penyerapan Beras Petani oleh Bulog Terkendala

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Penyerapan beras petani oleh Bulog di wilayah Jawa Barat masih terkendala tingginya harga jual beras di tingkat petani maupun penggilingan akibat adanya kenaikan harga sejak Bulan Januari.


"Penyerapan terus diupayakan, meski terkendala harga gabah maupun beras yang masih tinggi di atas harga pokok pembelian (HPP)," kata Kepala Humas Bulog Divre Jabar Sumarna Muharif di Bandung, Rabu (25/3/2015).

Ia menyebutkan, beberapa daerah di Jabar sudah memasuki musim panen, namun harga gabah masih tinggi, bahkan di beberapa daerah ada kenaikan pascaadanya kenaikan HPP beberapa waktu lalu.

Harga pokok pembelian (HPP) 2015 yakni untuk gabah di tingkat petani Rp4.600 sedangkan di penggilingan Rp4.650. Sedangkan HPP untuk beras saat ini Rp7.300 GKG.

Sedangkan harga beras medium saat ini sebagian besar masih di atas harga HPP, sehingga jelas menyulitkan percepatan penyerapan oleh Bulog.

Tingginya harga beras premium ikut mendongrak harga beras medium yang menjadi target penyerapan beras Bulog.

"Untuk beras premium tertinggi di Bandung Rp11.000 per kilogram di penggilingan, sedangkan terendah Rp8.500 di Karawang. Sedangkan garga premiumnya selisihnya sekitar seribuan, jelas masih di atas HPP," kata Sumarna.

Meski demikian, kata Sumarna Bulog Jabar tetap akan memaksimalkan penyerapan melalui Mitra Dolog di daerah yang sebagian besar adalah pemilih penggilingan.

Selian itu gerakan Satgas Bulog juga dilakukan maksimal di daerah untuk melakukan penyerapan secara jemput bola. Satgas dioptimalkan dan bersinergi dengan Mitra Dolog di daerah.

"Selain memaksimalkan Mitra di lapangan, kami juga masuk ke Gapoktan di tingkat petani, diharapkan mereka bisa menjadi pendukung kami di lapangan. Pendekatan sudah dilakukan di beberapa daerah," katanya.

Ia menyebutkan, Gapoktan merupakan potensi menjadi mitra Bulog dalam penyerapan ke depan. Kerja sama itu juga diharapkan bisa menjadi penjaga stabilitas harga di beras.

"Mereka kami ajak kerja sama, itu sangat strategis karena bisa ikut menjaga stabilitas harga. Sedangkan bila dijual ke tengkulak kemungkinan akan merusak harga," katanya.

Lebih lanjut, Sumarna menyebutkan akhir Maret ini akan menjadi awal musim panen raya di sejumlah sentra padi Jabar.

"Tahun 2015 ini Bulog Jabar menargetkan penyerapan sebanyak 390.000 ton. Mudah-mudahan pada panen raya bisa melakukan penyerapan secara maksimal," katanya.

Sedangkan untuk stok beras Bulog Jabar saat ini untuk dua bulan ke depan, namun April dan Mei 2015 jumlah stok akan bertambah dengan adanya panen raya di sejumlah daerah di provinsi itu. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,