Keluarga Korban Germanwings pun Berangkat ke Alpen

Keluarga Korban Germanwings pun Berangkat ke Alpen

keluarga dan para kerabat dari 150 orang korban pesawat Germanwings 4U 9525

Paris - Giliran keluarga dan para kerabat dari 150 orang korban pesawat Germanwings 4U 9525, dilaporkan tengah bersiap menuju lokasi tersebarnya puing-puing pesawat tersebut di Pegunungan Alpen, Perancis.
 
"Maskapai Lufthansa akan menerbangkan dua pesawat khusus, satu dari Barcelona dan Spanyol, sedankan yang satu lagi dari Duesseldorf, yang diperuntukkan bagi para kerabat dan rekan korban," demikian diberitakan BBC, Kamis (26/3).

Namun demikian, ada pula bus dari Barcelona yang digunakan untuk mengangkut 14 keluarga korban ke lokasi reruntuhan, karena mereka tidak ingin atau trauma menggunakan pesawat. Sementara di Perancis beberapa tim khusus juga bakal segera diberangkatkan untuk mendampingi para keluarga dan rekan korban, saat berkunjung ke Pegunungan Alpen.

Direktur Germanwings, Thomas Winkelmann mengatakan sedikitnya 72 dari 150 korban merupakan warga Jerman, termasuk 16 murid dari sebuah sekolah. Kemudian, pemerintah Spanyol menyatakan 51 orang adalah warga negara mereka.

Para korban lainnya berasal dari Australia, Argentina, Inggris, Iran, Venezuela, Amerika Serikat, Belanda, Kolombia, Meksiko, Jepang, Denmark, dan Israel.
Keberangkatan keluarga dan rekan korban dikemukakan ke publik, di tengah laporan mengenai data Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara kokpit pesawat yang sedang diperiksa.

Direktur Badan Investigasi Penerbangan Prancis, Remi Jouty mengatakan pihaknya mendapatkan suara-suara dari CVR. Namun, terlalu dini untuk menarik kesimpulan. "Para penyelidik akan mendapatkan gambaran terbaru dalam beberapa hari ke depan. Lalu, analisis baru akan dikeluarkan dalam beberapa pekan atau bulan mendatang," ucap Rami.

Namun, sebagaimana dilaporkan harian New York Times, seorang penyelidik menyebutkan salah satu pilot pesawat meninggalkan kokpit dan tidak bisa masuk kembali. Karena terkunci dari luar. "Terdengar ada suara ketukan dari luar pintu kokpit dan tidak ada jawaban. Lalu ada suara  pintu digedor keras tapi masih tak ada jawaban. Tidak terdengar sama sekali jawaban. Dapat didengar salah satu pilot sedang mencoba mendobrak pintu itu (dari luar)," kata penyidik.
Pengungkapan salah satu penyidik secara tak langsung memberikan gambaran terkait apa yang terjadi di atas pesawat Germanwings tersebut. Namun ini juga  menimbulkan sejumlah tanda tanya lain, tentang apa sebenarnya yang terjadi sesaat sebelum burung besi itu jatuh. "Kami belum tahu alasan salah satu pilot keluar dari kokpit. Namun yang pasti, di akhir penerbangan, hanya ada satu pilot, sendirian dan ia tidak membuka pintu kokpit," kata pejabat itu. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,