USAID Dorong Guru Terapkan Metode Siswa Berpikir

USAID Dorong Guru Terapkan Metode Siswa Berpikir

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - "United States Agency for International Development:(USAID)" di Indonesia bidang pendidikan menggelar pelatihan dan bimbingan, untuk mendorong para guru dasar dan menengah di Jawa Barat dan Banten dalam menerapkan metode pelajaran yang mambangun siswa berpikir dan kreatif.

"Jadi kegiatan kepada guru ini untuk nantinya dapat melatih siswa untuk berpikir, sejak dini, dan produktif," kata Visi Profesional Koordinator Provinsi Jawa Barat-Banten USAID Rifki Rosyad disela-sela lokakarya sekolah praktek yang baik bagi guru di Kota Bandung, Jabar, Kamis (26/3/2015).

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan guru dari berbagai sekolah SD/MI dan SMP/Mts yaitu 78 guru dari sekolah di Jabar dan 53 guru pewakilan dari sekolah di Banten.

Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (24/3) dengan pemateri dari para akademisi yang menyampaikan tentang metode pendidikan baik.

"Lokakarya ini lebih pada penekanan ke literasi, membaca, berbicara, menulis dan mendengarkan, kemudian mempresentasikan," kata Rifki.

Menurut dia, motede pelajaran yang selama ini diterapkan di sejumlah sekolah terkesan tidak memberikan tantangan bagi siswa untuk berpikir dalam mencari pengetahuan baru maupun memecahkan suatu persoalan.

Ia mencontohkan, seperti metode buku lembar kerja siswa (LKS) yang hanya melatih siswa untuk mengingat lalu menjawab persoalan dengan menuliskan kembali materi yang sudah ada dalam buku LKS.

"LKS saya kira tidak menantang dan memecahkan masalah. Sekarang seharusnya kita (guru) buat siswa berpikir mengolah informasi, memecahkan masalah kemudian mempresentasikan," katanya.

Teacher Training Institute Development Specialis Provinsi Jabar-Banten USAID Naf'an Tarihoran menambahkan, motede pendidikan yang selama ini diterapkan lebih pada penghapalan, bukan membuat siswa berpikir.

Ia berharap, setelah lokakarya tersebut para guru dapat menerapkan motode pendidikan yang produktif di sekolahnya masing-masing.

"Kami harap kegiatan ini menghasilkan guru yang baik dengan melatih siswa untuk berpikir, sejak dini," kata Naf'an.

Peserta lokakarya perwakilan guru MI dari Pandeglang, Banten, Aneng mengatakan, kegiatan tersebut bagus, materi yang disampaikan dapat dimengerti.

"Ternyata sangat mudah cara belajarnya agar dapat dimengerti siswa, nanti saya akan laksanakan di sekolah," katanya.

Perwakilan guru SD dari Kota Cimahi Cucum mengatakan kegiatan tersebut telah menambah wawasan motode pendidikan bagi guru.

Materi yang disampaikan, kata dia, membangun anak didik minat baca, kemudian tidak hanya sekedar teori tetapi sudah menerapkan prakteknya.

"Kita tidak hanya teori tapi praktek, membaca untuk mendapatkan ilmu sangat luar biasa, metode ini sangat mudah dipahami," katanya. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,