Histeris Jelang Germanwings 4U 9525 Tabrak Gunung

Histeris Jelang Germanwings 4U 9525 Tabrak Gunung

Para Petugas mengevakuasi korban Pesawat Germanwings 4U 9525 yang jatuh di Pegunungan Alpen.(Foto:Net)

Paris - Suasana di dalam kokpit pesawat Germanwings sejenak hening. Hanya suara pintu terdengar, yang diketuk makin lama makin keras oleh pilot Patrick Sonderheimer. Sementara Kopilot Germanwings Andreas Lubitz tidak menggubris teriakan sang pilot. Dia tenang-tenang saja menurunkan ketinggian pesawat nahas itu, dari ketinggian 11.500 meter hingga mencapai 1.828 meter
Seperti dikutip The Independent, Jumat (27/3) kopilot Germanwings Andreas Lubitz sendiri tidak terdengar selama delapan menit, sebelum pesawat Airbus A 320 itu jatuh. Tidak ada jawaban dari kopilot saat dihubungi menara kontrol Marseille, yang menyadari turunnya ketinggian pesawat.
 
Pada saat alarm yang memberi peringatan, pesawat Germanwings 4U 9525  berada di ketinggian yang terlalu rendah, maka suara dari arah pintu kokpit terdengar semakin keras. Kapten Sonderheimer mencoba sekuat tenaga untuk mendobrak masuk ke ruang kokpit.
"Dia pun mengetuk lebih keras, tetapi tidak ada jawaban juga. Tidak pernah ada jawaban," kata anggota tim penyelidik.
Alarm yang berbunyi dan pemandangan di luar jendela yang memperlihatkan keindahan Pegunungan Alpen, membuat mereka menyadari sesuatu yang buruk sedang terjadi, dan mereka menukik jatuh.
Pada saat itu pula panggilan darurat disiarkan. Namun terlambat, di saat-saat terakhir terdengar jerit ketakutan hingga tabrakan terjadi. Semua hanya terjadi dalam delapan menit. Kematian penumpang Germanwings 4U 9525 itupun terjadi begitu cepat.(Jr.)**
.

Categories:Internasional,