Anyelir Kertamanah Tembus Pasar Singapura

Anyelir Kertamanah Tembus Pasar Singapura

Bunga anyelir atau Carnation.(Foto:Net)

Bandung - Bunga anyelir atau carnation yang dikembangkan petani di Kertamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menembus pasar ekspor Singapura.

"Sudah lima tahun perusahaan pembibitan bunga kami menyuplai bunga carnation ke pasar bunga di Singapura," kata pengelola CD Farm Deliana Pangalengan Dewi Deliana (35) di Bandung, Jumat (27/3/2015).

Ia menyebutkan jumlahnya tidak banyak namun carnation atau anyelir Pangalengan diakui kualitasnya di luar negeri sehingga diterima konsumen di negeri tetangga itu.

Menurut dia carnation bisa tumbuh subur di Pangalengan karena pihaknya sudah melakukan budi daya bunga nasional asal Belanda itu.

"Bunga ini cocoknya dikembangkan dan ditanam di daerah ketinggian 1.200 meter dpl, bibit kelas satu, dan pola tanam yang selektif," katanya.

Ia menyebutkan, perusahaan pembibitan itu sudah mencoba menanam dan mengembangkan carnation di Lembang dan Nagrek, ternyata hasilnya kurang memuaskan," kata Deliana.

Guna menjaga mutu, Deliana hanya membeli bibit carnation langsung dari Belanda. Sedangkan untuk anyelir lokal pihaknya tidak membudidayakannya. Alasannya, selain harga anyelir lokal juga kalah jauh dibanding carnation.

Saat ini Deliana sedang menggenjot produksi carnation untuk memenuhi pasar Singapura. Ia menargetkan dari 200 potong per hari menjadi 1.000 potong per hari pada Desember 2015.

Ia berharap pemerintah daerah bisa memfasilitasi investor untuk pengembangan budidaya bunga anyelir itu.

Sementara itu anggota DPRD Jabar Dadang Kurniawan mendukung tekad CD Farm mengekspor bunga ke Singapura. Menurutnya, ekspor bunga bisa menjadi industri kreatif Jabar karena dengan lahan yang sempit bisa menghasilkan keuntungan yang besar.

Apalagi bila dibandingkan dengan tanaman kentang, primadona Pangalengan selama ini yangmembutuhkan modal dan lahan yang besar.

Selain itu, ekspor bunga juga akan menarik para petani di sekitar daerah aliran sungai Citarum untuk mendiversifikasi tanamannya.

"Bila petani sayur mau beralih ke tanaman bunga, mereka akan lebih sejahtera dan konservasi sungai Citarum yang sempat kondang sebagai sungai terkotor di dunia akan bisa lebih terjaga," katanya.(AY)

.

Categories:Bandung,