Beberapa Tempat Bersejarah 'Lepas' Kepergian Lee Kuan Yew

Beberapa Tempat Bersejarah 'Lepas' Kepergian Lee Kuan Yew

Sebelum menuju Krematorium Mandai di University Cultural Centre Singapura, peti jenazah Lee Kuan Yew akan diantar iring-iringan rombongan menuju beberapa tempat bersejarah di Singapura.

Singapura - Pemakaman Perdana Menteri (PM) Pertama Singapura, Lee Kuan Yew akan dilaksanakan. Serangkaian prosesi pemakaman telah disiapkan oleh pemerintah Singapura untuk mengantarkan bapak pembangunan Singapura tersebut, menuju peristirahatan terakhirnya.
Seperti dilansir Asia One, Minggu (29/3) sebelum menuju Krematorium Mandai di University Cultural Centre Singapura, peti jenazah Lee Kuan Yew akan diantar iring-iringan rombongan menuju beberapa tempat bersejarah di Singapura, yang dinilai mempunyai kenangan tersendiri bagi mendiang Lee.
Tempat atau gedung bersejarah yang dilewati iring-iringan rombongan pemerintah Singapura yang membawa Lee Kuan Yew menuju tempat peristirahatan terakhir, antara lain.
Gedung Parlemen Singapura. Jenazah Lee Kuan Yew pada 25 Maret hingga 28 Maret 2015 disemayamkan di tempat ini. Di tempat ini pula seluruh warga Singapura memberikan penghormatan terakhirnya kepada bapak pembangunan Singapura ini. 
Menurut laporan, terdapata sekira 450 ribu warga Singapura yang datang ke Gedung Parlemen, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Lee Kuan Yew.
Gedung Parlemen Singapura Lama. Usai mengawali perjalanan dari Gedung Parlemen Singapura, iring-iringan rombongan pengantar Lee Kuan Yew akan melewati Jalan North Bridge dan melewati Gedung Parlemen Singapura yang lama. 
Di tempat inilah, Lee Kuan Yew duduk sebagai PM Singapura pertama, dan memerintah selama 31 tahun. Ia bahkan, tetap menjadi tokoh politik yang berpengaruh di Singapura sejak pengunduran dirinya sebagai PM.
 
Balai Kota dan Wilayah The Padang. Usai melewati Gedung Parlemen Singapura yang lama, rombongan pengantar jenazah Lee Kuan Yew melewati  Jalan Stamford dan melewati Balaikota, dan wilayah The Padang. Balaikota merupakan kantor Lee Kuan Yew semasa menjabat PM Singapura. 
Di tempat itu pula Lee Kuan Yew membaca Proklamasi Malaysia pada 16 September 1963. Dua tahun kemudian warga Singapura bersiap menyatakan kemerdekaannya ketika Lee Kuan Yew pada 9 Agustus 1965 membacakan Proklamasi Kemerdekaan di Balaikota.
Perumahan Penduduk di Tanjong Pagar, Bukit Merah, dan Queenstown.  Setelah Balaikota, iring-iringan pengantar Lee Kuan Yew melalui Jalan Cantonment, Jalan Bukit Merah, dan Jalan Queensway. 
Di sana, rombongan akan melewati perumahan penduduk di Tanjong Pagar, Bukit Merah, dan Quenstown. Bangunan perumahan itu merupakan cikal bakal warga Singapura untuk mendapatkan kepemilikan rumah sendiri yang diberikan Lee Kuan Yew ketika itu.
Gedung Investigasi Korupsi Singapura. Setelah melewati wilayah perumahan di Tanjong Pagar, Bukit Merah, dan Queenstown, iring-iringan pengantar Lee Kuan Yew akan melalui Jalan Bukit Merah dan melewati Gedung Investigasi Korupsi Singapura (Corrupt Practice Investigation Bureu/CPIB). Badan Investigasi Korupsi Singapura ini dinilai sangat erat dengan era pemerintahan PM Lee Kuan Yew ketika itu.
University Cultural Centre Singapura. Pada bagian terakhir, iring-iringan pengantar Lee Kuan Yew sampai di University Cultural Centre Singapura sekitar pukul 14.00 waktu Singapura. Di tempat itu terdapat Krematorium Mandai, dan akan dilaksanakan proses kremasi jenazah Lee Kuan Yew secara tertutup hingga pukul 17.15 waktu Singapura.(Jr)**
.

Categories:Internasional,
Tags:obituary,