9 dari 12 Korban Longsor Sukabumi Ditemukan

9 dari 12 Korban Longsor Sukabumi Ditemukan

Bencana longsor di Sukabumi, Jawa barat.

Sukabumi - Tim pencari dan penyelamat (SAR) gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri berhasil menemukan 9 dari 12 korban hilang, yang tertimbun tanah longsor di lokasi longsor Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Tadi pukul 15.10 WIB, tim SAR gabungan menemukan seorang korban lagi. Jadi sudah 9 korban hilang yang ditemukan," kata Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Yana RudianaMinggu (29/3/2015).

Menurut Yana, korban terakhir yang ditemukan bernama Lilis berusia 36 tahun. "Korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa akibat  tertimbun material longsor," katanya. Bencana tanah longsor itu sendiri menerjang Desa Tegal Panjang sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu malam kemarin.

Longsor terjadi usai wilayah tersebut diguyur hujan lebat lebih dari lima jam. "Hujan sudah melanda sejak pukul 5 sore hingga malam, cukup lebat," kata Yana.
 
Sebelumnya Tim SAR dari berbagai unsur menemukan jasad korban longsor di Sukabumi, Jawa Barat, yakni seorang  ibu dan anak yang saat ditemukan saling berpelukan. Korban bernama Jamilah, 40 dan Lisdiawati, 6 tahun.


Berdasarkan data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, hingga pukul 12.50 WIB, korban jiwa menjadi 6 orang. Mereka adalah Maya (13), Aisyah (50), Opan Shofardi (50), Dede (40), Elsa (15), dan Egi (6). Sementara empat orang masih dalam pencarian yaitu Lilis (36) Aldi (12), Bi Nyinyin (40), dan Dodo (40) serta 97 KK/290 jiwa mengungsi.

Satu demi satu korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke posko bencana yang dipusatkan di kantor desa. Setelah diperiksa dan diidentifikasi, para korban pun akhirnya diserahkan ke pihak keluarganya masing-masing.

Namun, menjelang penyerahan korban di posko bencana, terjadi kisruh, isak tangis, histeris hingga pingsan. Tim medis dan aparat TNI-Polri kewalahan melihat keluarga histeris dan pingsan seakan tak percaya melihat musibah yang menimpa keluarga mereka itu.

Sementara itu, ratusan warga yang berada di sekitar TKP diungsikan di posko bencana dan SD setempat.  Untuk mengurangi beban pengungsi dan fakstor psikologis warga, ibu-ibu Bayangkari Polresta Sukabumi memberikan sejumlah bantuan sembako. Yang menarik adalah mereka membawa badut-badut yang menghibur para pengungsi terutama anak-anak. Cara itu cukup ampuh untuk memberikan hiburan para pengungsi.(Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:bencana,