293 Jiwa Diungsikan Akibat Longsor Cimerak

293 Jiwa Diungsikan Akibat Longsor Cimerak

Sebuah rumah di Cimerak, Sukabumi, tertimbun material longsor.(Foto:Net)

Sukabumi  - Sedikitnya 293 jiwa dari 97 kepala keluarga (KK) diungksikan akibat bencana tanah longsor di Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Demikian data dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Tebing setinggi 30 meter di desa itu longsor pada Sabtu (28/3/2015) pukul 22.30 WIB. "Warga diungsikan ke sekolah dasar dan tenda pengungsian. Ini dilakukan untuk antisipasi terjadinya kembali longsor susulan yang bisa saja kembali menelan korban jiwa," kata petugas PMI Kabupaten Sukabumi, Asep Has di Sukabumi, Minggu (29/3).

Menurutnya, jumlah korban tewas diperkirakan 12 orang, dan 10 orang di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, sedangkan dua lagi masih dalam pencarian.

Petugas dari TNI dan Polri terus bersiaga serta mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun tanah longsor. Sementara pengungsi sudah mendapatkan bantuan seperti peralatan tidur, obat-obatan, dan makanan siap saji.

"Kami masih bersiaga di lokasi hingga proses operasi SAR selesai. Selain itu, kami juga mengimbau kepada warga agar tidak mendekat ke lokasi bencana selain rawan longsor susulan, juga mengganggu proses pencarian jasad korban," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Usman Susilo mengatakan, ratusan warga yang diungsikan itu berasal dari dua kampung di Desa Tegalpanjang, yakni Kampung Cimerak dan Pasiripis.

Pengungsi sebagian besar berasal dari Kampung Cimerak, lokasi yang porak-poranda dihantam bencana ini. "Kami masih melakukan pendataan, pencarian dan identifikasi korban, tidak menutup kemungkinan jumlah korban lebih dari 12 orang. Selain itu, ada empat yang ternyata bukan warga sekitar, diduga mereka ke Cimerak tengah bertamu," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:bencana,