Harga Vinyl Dipengaruhi Sejarah dan Waktu

Harga Vinyl Dipengaruhi Sejarah dan Waktu

Berbagai vinyl memiliki sejarah dan cerita berbeda, ini yang menentukan harga vinyl. (Foto : ADE)

Bandung – Menjadi kolektor piringan hitam atau vinyl ternyata harus punya modal yang lumayan. Soalnya untuk membeli sebuah vinyl seseorang bisa mengeluarkan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Itu tergantung dari sejarah dan lamanya band atau musisi saat mengeluarkan rilis vinylnya.

 

Menurut Panji, kolektor vinyl dan pemilik Toko Helvete, sejarah dari lagu atau album sebuah band sangat mempengaruhi harga vinyl di kemudian hari.

 

“Salah satu contoh untuk vinyl Indonesia penyanyi Lilis Suryani di album Nah Ini Dia, misalnya. Di sana ada lirik yang berbau PKI pada masa Gerwani, yakni di lagu Genjer-Genjer. Ini yang membuat harga vinyl Lilis Suryani menjadi selangit. Saat ini vinyl untuk album itu bisa dihargai jutaan rupiah,” ucap Panji di acara Viny War di Café Eduplex, Jl. Cisangkuy No. 6, Kota Bandung, yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (29/3).

 

Selain sejarah lanjut Panji, biasanya yang menaikkan harga sebuah vinyl adalah dari permintaan pasar. Semakin banyak orang mencari sebuah band, dengan album tertentu, maka harganya pasti akan lebih mahal.

 

“Vinyl dengan usia band era tahun 60an dan 70an pastinya mahal, tetapi ada juga band yang terbilang di era 90an karena banyak yang nyari dan suka, harganya juga tetap jutaan rupiah. Vinyl era tahun 60an jika penyanyinya kurang ngetop harganya pun ngga bisa mahal, paling masuk harga vinyl standar,” katanya.

 

Untuk band legendaris Indonesia, harga vinylnya bisa dijual sekitar Rp 1 juta. Sedangkan untuk band atau penyanyi luar yang ngehits dan melegenda bisa di hargai Rp 7 juta. (Jr.)**

 

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:bandung,