Bandung Kota Pertama Miliki Kinerja Akuntabilitas Tertinggi

Bandung Kota Pertama Miliki Kinerja Akuntabilitas Tertinggi

Bandung- Pemerintah Kota Bandung didampingi oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menjadikan Bandung sebagai kota pertama yang nilai kinerja akuntabilitas pemerintahannya itu tertinggi di Indonesia. Hal ini membuat Ridwan Kamil selaku Walikota Kota Bandung yang mendapat penghargaan itu di masa pemerintahannya bangga dengan apa yang telah dilakukannya. 
 
Saat ini Bandung  merupakan kota yang sukses. Alasan Bandung terpilih karena selama ini tidak banyak kota yang mampu memberikan keilmiahan kinerja. Jika dalam dua bulam ini tidak ada halangan,  Bandung bisa mendapatkan nilai A.
 
“Sekarang kalau seluruh kota dan kabupaten di Indonesia gak ada yang nilai A. Dari 500an, nilai B nya cuma 11 kota/kabupaten. Bandung nilainya CC. Tapi dengan pendampingan 5 bulan ini kita punya peluang dapat nilai A,” ujar Emil pada CikalNews  saat ditemui di Gedung DPRD Jalan Sukabumi, Bandung, Senin (30 Maret 2015).

Dengan terpilihnya Bandung  sebagai kota pertama yang mendat nilai A, Emil menegaskan bahwa revolusi reformasi birokrasi yang tertinggi itu ini. Sistem akuntabilitas kinerja institusi pemerintahan (SAKIP). 
 
“Dan kalau itu terjadi, itu artinya saya bisa mempertanggung jawabkan bahwa uang yang di-spend untuk pembangunan kota ini jelas banget ukurannya. Kita bisa berdebat dengan jelas, dengan angka, dengan prosentase. Saya kalau mau rotasi mutasi juga jelas, karena ukurannya bukan suka tidak suka,” ujarnya.
 
Menurut dia, banyaknya sistem pengeluaran yang tidak sesuai dengan visi-misi pemerintahan bisa menimbulkan masalah. Misalnya saja waktu menyusun APBD dulu, kadang-kadang Bappeda bilang A, SKPD bilang B. Tidak ada yang tahu, tiba-tiba saja ketok palu dan jadilah proyeknya yang tidak ada manfaatnya terhadap visi misi walikota,.
 
“Kadang-kadang gak nyambung. Yang penting uang abis, kan kasian kaya capek teu puguh tapi sebenarnya tidak berakumulasi pada sebuah pencapaian. Sebagai walikota saya ingin di akhir jabatan bilang : visi nyaman unggul sejahtera tercapai. Apa ukurannya? Ini kan” tambah Emil demikian panggilan akrabnya.
 
Menurutnya, ternyata selama ini sistem seperi ini belum ada. Bahkan hampir di seluruh indonesia. SAKIP ini adalah sistem baru, dengan adanya pendampingan luar biasa hari ini Pemkot berbahagia kemungkinan besar bsia lompat dari Nilai C menjadi yang pertama kali mendapat nilai A.(Ode)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,