Wagub Bingung Penerima Raskin Tinggi di Lumbung Beras

Wagub Bingung Penerima Raskin Tinggi di Lumbung Beras

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku kebingungan dengan Kabupaten Indramayu karena dikenal sebagai penghasil beras terbesar untuk nasional namun jumlah rumah tangga penerima raskinnya termasuk tinggi.

"Persoalan beras di Indramayu, mereka dikenal sebagai kabupaten terbesar dalam hal produksi besar, tapi penerima raskinnya juga tertinggi. Maka ini ada hal yang kontradiktif," kata Deddy Mizwar, di Bandung, Senin (30/3/2015).

Ditemui usai menyerahkan Laporan Keuangan Daerah TA 2015 ke BPK RI Perwakilan Jabar di Kota Bandung, ia menyatakan bingung dengan persoalan tersebut.

"Kita bingung dengan temuan ini, apakah ada distribusi yang salah tentang penyaluran beras yang tergantung pasar tertentu di Jakarta, atau apa?," kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya akan membahas persoalan tersebut dengan Tim Penanggulangan Kemiskinan.

"Jabar kan punya tim khusus, ini akan kita bahas, karena Indramayu mampu menghasilkan 1,7 juta ton beras sekali panen namun ternyata demikian (penerima raskinnya banyak)," kata dia.

Berdasarkan data dari Biro Humas, Protokol dan Umum Setda Jawa Barat, alokasi pagu raskin kabupaten/kota tahun 2015, jumlah penerima raskin di Kabupaten Indramayu adalah 174.002 rumah tangga sasaran dengan pagu beras 31.320.360 kg (RTS x 15 Kg x 12 bulan).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat Cornell S Prawiradiningrat menambahkan terkait persoalan di Indramayu tersebut, pihaknya sedang mengagas agar penilaian atas laporan keuangan pemerintah pusat ataupun daerah harus berdampak pada kesejahteraan rakyatnya.

"Kami ingin memastikan bahwa opini keuangan daerah dan pusat itu bisa berhubungan dengan kesejahteraan rakyatnya," kata dia. (AY)

.

Categories:Bandung,