Jembatan Amblas, Dua Kecamatan di Tangerang Terputus

Jembatan Amblas, Dua Kecamatan di Tangerang Terputus

Ilustrasi.(Foto:Tempo)

Tangerang - Jembatan Cirarap, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, amblas menyebabkan akses lalu lintas untuk dua kecamatan terputus dan warga harus mencari jalur alternatif.

"Sejak dua hari terakhir ini kami harus memutar arah untuk mencari jalan lain yang lebih jauh," kata Jumadi (40) warga Karet, Sepatan di Tangerang, Selasa (31/3/2015).

Jumadi mengatakan penyebab jembatan sepanjang 30 meter itu amblas karena tidak kuat menahan beban kendaraan yang melintas.

Bahkan tiang penyangga dan pondasi jembatan sudah tidak mampu menopang muatan kendaraan yang melintas melebihi tonase.

Penyebab lain karena pondasi sering tergerus banjir menyebabkan tanah sekitar turun dan pada akhirnya kendaraan roda empat atau lebih tidak dapat melintas.

Pendapat serupa juga disampaikan Hasan (37) warga Desa Pagedangan, Sueb (35) penduduk Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji yang dihubungi terpisah.

Sueb mengatakan warga setempat membangun jembatan itu menggunakan bambu dan hanya dapat dilalui pejalan kaki.

Setiap hari ribuan warga menggunakan jembatan Cirarap itu karena berfungsi menghubungkan Desa Pangedegan, Kecamatan Pasar Kemis dengan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan.

Namun sejak jembatan amblas, pemilik sepeda motor maupun mobil terpaksa harus memutar arah untuk mencari jalan lain hingga ke tempat kerja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Demikian pula warga yang menggunakan angkutan kota terpaksa dua kali pindah kendaraan dengan ongkos bertambah.

Sementara itu, Camat Pasar Kemis, Tangerang, Asep Saefudin mengatakan pihaknya sudah melaporkan masalah jembatan itu ke aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemkab Tangerang.

Asep mengatakan tim survei dari instansi terkait sudah mendatangi lokasi dan semoga tahun ini juga dibangun yang lebih permanen. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:bandung,