Ada Peran Mafia dalam Kerusakan Lingkungan di Garut

Ada Peran Mafia dalam Kerusakan Lingkungan di Garut

Lokasi pembuangan limbah medis di Desa Kemuning, Tragah, Banggkalan.

Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat kerusakan lingkungan di 10 titik dengan luas 600 hektare di Kabupaten Garut diduga karena adanya peran dari "mafia" tertentu.

"Pasti ada lah (mafia), makanya belum berani ngomong terlalu jauh," kata Deddy Mizwar, usai Rapat Koordinasi Penanganan Kasus Perusakan Lingkungan di Kawasan Gunung Guntur Garut, di Gedung Sate Bandung, Selasa (31/3/2015).

Ia menuturkan, kerusakan lingkungan di Kabupaten Garut akan ditangani dengan serius dan hati-hati oleh semua pihak seperti Tim Terpadu Penanggulangan Kerusakan Lingkungan dan Kepolisian.

"Selebihnya bagaimana nanti penanganannya. Saya enggak harus bicara sekarang yang pasti Garut sudah sangat perlu langsung ditangani," kata dia.

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Garut, menurut dia, beragam seperti penambangan pasir beli ilegal, "illegal logging" di kawasan konservasi, pembuangan limbah medis di kawasan konservasi dan lain-lain.

"Contohnya Cimanuk, itu kalau hujan dan jebol menyebabkan banjir di Indramayu. Kemudian kalau musim panas debit airnya jadi turun," kata dia.

Sementara itu, Kepala BPLHD Jawa Barat Anang Sudarna menambahkan pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama oknum tertentu terkait kerusakan lingkungan di Kabupaten Garut.

"Sudah kita kantongi tapi tidak etis kalau disebut, saya enggak mau mendeskreditkan institusi apapun. Siapa pun mereka kalau melanggar hukum harus dihadapi," ujarnya.

Tindakan para oknum tersebut sudah keterlaluan, seperti membuka akses jalan sepanjang 6 kilometer dengan lebar 3 meter di kawasan hutan lingkungan Garut Selatan.

"Untuk membuat jalan baru itu kan butuh alat-alat berat. Dan sewa alat berat itu kan mahal. Itu artinya mereka ada penyokong dananya," kata Anang. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:jabar,