Tuntutan Buruh Bikin Pengusaha Miris

Tuntutan Buruh Bikin Pengusaha Miris

Buruh gelar aksi tuntut kesejahteraan dan tunjangan hidup layak. (Foto ADE)

Bandung – Satu bulan menjelang penetapan UMP (Upah Minumum Provinsi) berbagai masukan dan tuntutan dari organisasi buruh berdatangan. Salah satunya tuntutan UMK yang harus sesuai dengan KHL (Kebutuhan Hidup Layak).

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko banyaknya permintaan kaum buruh yang meminta UMK harus ada kenaikan hingga 30 persen, diprediksi membuat para pengusaha ketakutan karena tidak sanggup bayar.
 
“Tuntutan buruh yang meminta perusahaan menyejahterakan karyawan boleh saja, asalkan sesuai kemampuan setiap perusahaan. Jika buruh menuntut perusahaan membayar UMR hingga naik 30 persen, dikhawatirkan akan banyak perusahaan yang tutup atau relokasi. Riilnya tahun 2015 bebas pengusaha akan bertambah seiring kenaikan TDL dan BBM,” tegas Hening Widiatmoko di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (11/10/2014).


Ia menambahkan, tuntutan buruh yang meminta survei KHL harus meliputi 84 komponen dirasa akan berat untuk dilaksanakan. Disnakertrans Jawa Barat melakukan survei KHL sebanyak 60 komponen yang meliputi masalah ; sandang, pangan, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan rekreasi.

 
“Jika komponen harus ditambah atau diubah dikhawatirkan tidak akan ada titik temu. Jika semua berjalan lancar 21 November SK Gubernur tentang UMK 2015 sudah bisa keluar,” tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:ekonomi,