Gubernur Siap Tarik Buku Radikalisme

 Gubernur Siap Tarik Buku Radikalisme

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan siap menarik seluruh buku paket Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk siswa kelas XI tingkat SMA yang di dalamnya memuat ajaran radikalisme.

"Saya belum melihat dan mengetahui seperti apa materi yang tertulis di buku tersebut. Ya gampang tinggal tarik saja tidak masalah kan, buku yang mana halaman berapa. Secara prinsip kami bersedia menarik buku yang membuat pikiran anak bangsa rusak," kata Ahmad Heryawan di Bandung, Rabu (1/4/2015).

Menurut dia, surat resmi tentang permintaan penarikan buku tersebut dari MUI Jawa Barat belum diterima olehnya.

"Tapi tanpa surat tersebut saya akan menarik buku tersebut kalau memang isinya menyimpang. Nanti kita tunggu dari MUI resminya seperti apa, apakah nanti saya datang ke sana atau disdik yang akan mewakili," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk menarik buku tersebut.

"Kami tak akan melakukan telaah terhadap isi buku tersebut. Kami percaya terhadap kajian dan putusan MUI. Yang jelas kita teknis saja, tak usah menelaah lagi," kata dia.

"Pihak MUI kan sudah menyatakan, mereka ahlinya kalau untuk paham-paham keagamaan. Meski kita juga punya tim. Tapi MUI paling berhak untuk pemahaman keagamaan," lanjutnya.

Dikatakannya, pemerintah memang tidak bisa sepenuhnya melakukan pemantauan terhadap penerbitan buku-buku yang beredar di masyarakat.

Hal tersebut, kata dia, dikarenakan dengan urusan kebebasan pikiran dari masing-masing penulis buku.

"Berbeda jika buku itu disusun oleh Kemendikbud atau Disdik Provinsi. Kan buku-buku di sekolah juga banyak yang buku pribadi," ujarnya.

Sebelumnya Sekretaris Umum MUI Jawa Barat Rafani Achyar menambahkan buku paket Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk siswa kelas XI tingkat SMA dan sederajat berisi bibit-bibit radikalisme.

"Ya, kami menilai kalau buku ini merupakan bibit radikalisme. Sehingga akan mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan agar menarik buku tersebut di sekolah-sekolah," kata dia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:aher,bandung,