Gerilyawan An-Nusra Rebut Perbatasan Suriah

Gerilyawan An-Nusra Rebut Perbatasan Suriah

Damaskus - Gerilyawan Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida, dan kelompok lain pada Kamis (2/4/2015) WIB, merebut tempat penyeberangan Nasib di Provinsi Daraa, Suriah Selatan, di perbatasan dengan Jordania, kata beberapa sumber dan pegiat.

Kelompok yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida tersebut memposting gambar di Internet, yang memperlihatkan tiga pria berjenggot berdiri di wilayah perbatasan Suriah dan memegang bendera hitam mereka dengan tulisan "singa Front An-Nusra dari dalam penyeberangan Nasib bersyukur pada Tuhan".

Sementara itu, satu sumber dari Provinsi Daraa mengatakan melalui telepon kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi-- bentrokan sengit berkecamuk di sekitar tempat penyeberangan tersebut. Ia menambahkan tempat penyeberangan itu kini ditutup dari kedua arah.

Anggota An-Nusra lah yang merebut tempat penyeberangan tersebut, bukan petempur Tentara Suriah Bebas (FSA), yang dipuji-puji oleh Barat sebagai kelompok moderat, tambahnya.

Pada Rabu pagi, Jordania untuk sementara menutup tempat penyeberangan perbatasan dengan Suriah buat orang dan barang, kata kantor berita resmi Jordania, Petra.

Menteri Dalam Negeri Jordania Hussein Majali mengatakan penutupan tempat penyeberangan perbatasan itu adalah upaya untuk menjaga keselamatan penumpang di tengah kerusuhan yang berkecamuk di sana.

Itu adalah untuk pertama kali Jordania secara resmi mengumumkan penutupan tempat penyeberangan perbatasan dengan Suriah sejak meletusnya kerusuhan di Suriah pada 2011. Anggota parlemen Jordania telah berulangkali menyerukan ditutupnya perbatasan dengan Suriah akibat meningkatnya arus pengungsi Suriah di Kerjaaan tersebut, yang kini sudah menampung sebanyak 1,5 juta pengungsi Suriah.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan Jordania menutup tempat penyeberangan Nasib di wilayahnya, dan menyatakan Amman bertanggung-jawab atas terganggunya angkutan penumpang dan barang di antara kedua negara tersebut.

Tempat penyeberangan Nasib adalah tempat penyeberangan perbatasan terakhir yang sebelumnya masih dibuka di antara Suriah dan Jordania, setelah kelompok gerilyawan di Suriah menguasai tempat perbatasan lain sepanjang krisis empat-tahun di Suriah.

Itu tadinya juga menjadi salah satu tempat penyeberangan paling sibuk di perbatasan Suriah-Jordania dan terletak di jalan raya internasional Damaskus-Amman.

Kelompok oposisi Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia menyatakan Nasib adalah tempat penyeberangan resmi terakhir yang berada di bawah kendali Pemerintah Suriah, setelah gerilyawan merebut tempat penyeberangan Al-Jumruk pada Oktober 2013.

Garis perbatasan Suriah dengan Jordania telah menyaksikan beberapa pertempuran selama empat tahun belakangan. Kelompok gerilyawan berhasil menguasai seluruh jalur tersebut, kecuali tempt penyeberangan Nasib. Kekalahan pasukan pemerintah di Nasib akan membuat mereka kehilangan akses ke perbatasan Jordanian. (AY)

.

Categories:Internasional,