Kenaikan Harga BBM Ancam Angkutan Karyawan

Kenaikan Harga BBM Ancam Angkutan Karyawan

Buruh lebih sanng naik sepeda motor di banding bus karyawan. Foto (ADE)

Bandung - Kalangan pabrik atau industri akan menyiasati berbagai cara untuk melakukan pengiritan, iika kenaikan BBM dan TDL mulai diberlakukan. Salah satu yang dilakukan pabrik pada Group Pansia Indosintek, akan meniadakan bus angkutan karyawan dan menggantinya dengan uang transport kepada buruh.
 
Menurut salah seorang supervisor pada divisi pabrik benang, Gan Ridwan, manajemen Panasia akan meniadakan angkutan karyawan guna mengurangi beban kenaikan BBM.
 
“Manajemen akan mengurangi anggaran untuk BBM dan TDL dengan cara menghapuskan angkutan karyawan. Ini diprediksi akan menurunkan biaya pengeluaran karena selama ini perusahaan bekerjasama dengan provider angkutan untuk jasa angkut karyawan,” kata Gan Ridwan saat ditemui di Antapani Kota Bandung, Sabtu (11/10/2014).
 
Gan Ridwan menambahkan, sebagai pengganti ditiadakannya angkutan karyawan, pihak perusahaan akan memberikan uang insentif untuk transport. “Jadi nantinya gaji plus uang lembur, dan tunjangan akan di tambah juga dengan uang transport. Manajemen sudah memikirkan hal itu jika kenaikan BBM harus terjadi,” tambahnya.
 
Kontrak perusahaan industri dengan provider transportasi bisa memakan biaya hingga miliaran rupiah, tergantung MoU kesepakatan kontrak kerja sama. Ada kontrak 6 bulan hingga 1 tahun ,yang diberikan jasa angkutan kepada pihak industri atau pabrik. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,bbm,