Pasar Antik Cikapundung Mulai Dikenal Wisman

Pasar Antik Cikapundung Mulai Dikenal Wisman

Salah Satu Kios Pasar Antik Cikapundung. (NET)

Bandung - Pasar Antik di Kompleks Cikapundung Elektronik Center (CEC) Kota Bandung mulai dikenali wisatawan mancanegara (wisman) khususnya yang gemar berburu barang-barang klasik.

"Pengunjung dan pembeli berasal dari Malaysia, Singapura, Belanda, Australia hingga Finlandia. Mereka para pelancong yang dulunya berkunjung ke Bandung kemudian menjadi pelanggan setia kami," kata Ketua Asosiasi Pedagang Barang Antik dan Seni Cikapundung Ruly Ginting di Bandung, Kamis (2/4/2015).

Pasar yang diresmikan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil pada 6 Oktober 2013 lalu itu, memiliki sekitar 80 pedagang barang antik dan seni.

Mereka menjajakan beraneka macam benda retro dan vintage, seperti lukisan, aneka aksesoris berbahan tulang, lampu hias, piringan hitam, mainan anak, gramofon, radio dan lemari tua hingga kaleng oli.

"Harganya berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp30 juta per unit. Benda paling mahal yang pernah dijajakan yaitu kain batik, kerena telah berumur tua dan dulunya pernah dipakai bangsawan," katanya.

Seorang pembeli asal Malaysia Zaidi Safran (55) mengaku, produk yang dijual di Pasar Barang Antik dan Seni Cikapundung cukup murah dibandingkan di tempat penjualan benda antik dan klasik lainnya di Malaysia.

"Saya beli radio kayu harganya hanya Rp700 ribu atau sekitar RM198 ringgit. Di Malayia, radio ini bisa saya jual Rp2,5 juta atau sekitar RM708 ringgit," katanya.

Menurut Zaidi, harga murah tiket pesawat jurusan Malaysia-Indonesia menjadikan banyak konsumen asal Malaysia sering mengunjungi Bandung hanya untuk berburu barang antik.

"Tiket pesawat pulang-pergi hanya RM180 ringgit atau sekitar Rp635 ribu, jadi saya langsung booking untuk keberangkatan setiap bulan hingga September nanti," katanya.

Ia menambahkan, harga barang antik yang murah di Indonesia tak lepas dari pengaruh negara penjajah, seperti Portugis dan Belanda yang dulu pernah berkuasa di Indonesia.

"Di Malaysia barang antik itu merupakan benda yang langka dan mahal. Itulah alasan kenapa kami sering belanja ke Indonesia. Jumlah barang di sini banyak, jadi harganya bisa murah," kata pria yang juga kolektor jam tangan itu menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,