Ancam Arema dan Persebaya Sinyal Kepanikan Kemenpora

Ancam Arema dan Persebaya Sinyal Kepanikan Kemenpora

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta -  Ancaman sanksi keras kepada Arema Cronus dan Persebaya Surabaya apabila kedua klub itu tetap berlaga di ISL 2015, merupakan sinyal kepanikan pihak Kemenpora.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang jadi kepanjangan tangan kemenpora, memang sebelumnya merekomendasikan ISL hanya boleh diikuti 16 peserta. Sedangkan Arema Cronus dan Persebaya dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh BOPI. 

Namun, kedua klub itu tidak mau ambil pusing dan akan tetap berlaga di ISL. Langkah kedua klub ini didukung PT Liga Indonesia (Liga) selaku operator ISL yang menegaskan, memang tak mungkin ISL berjalan hanya dengan 16 tim saja.

"Ancaman sanksi keras dari Kemenpora apabila Arema dan Persebaya tetap ikut kompetisi ISL, menunjukkan pihak Kemenpora sudah panik," kata Direktur Members dan Development PSSI Budi Setiawan di Jakarta, Jumat (3/4).

Budi mengharapkan,  Kemenpora tidak membenturkan masalah ini dengan pihak keamanan. Arema sendiri akan memulai berlaga di ISL 2015 dengan menjamu Persija di Stadion Kanjuruhan, Sabtu besok. "Jangan membenturkan pihak keamanan dalam laga pembuka ISL di Malang antara Arema menjamu Persija. Kalau sampai terjadi, Kemenpora yang bagian dari pemerintah bukannya menciptakan stabilitas, malah menjadi lembaga provokator."

Ia menambahkan, BOPI dan Kemenpora sendiri bukanlah lembaga verifikator yang diakui oleh AFC dan juga FIFA ,dalam kaitannya dengan lisensi klub. Apalagi sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla sudah meminta Kemenpora tidak terlalu mengintervensi dalam masalah ini.

"Wapres sudah memerintahkan Menpora jangan ikut campur urusan kompetisi dan organisasi sepakbola. Bukannya ikuti arahan Wapres, sikapnya malah semakin menjadi-jadi," kata pria yang juga Ketua Panpel Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2015 di Surabaya, Jawa Timur, 18 April mendatang.

Langkah PT Liga yang akan tetap menggelar ISL dengan 18 klub itu sendiri didukung penuh oleh FIFA. Juru bicara Badan Sepakbola Dunia itu sudah meminta PSSI dan PT Liga mengabaikan larangan dari BOPI dan Menpora. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,