Jasa Raharja Tambah Rumah Sakit Mitra

Jasa Raharja Tambah Rumah Sakit Mitra

Bandung - PT Jasa Raharja Jabar berencana untuk menambah jumlah rumah sakit yang bekerja sama dalam menangani pasien korban kecelakaan lalu lintas di provinsi itu.

"Jumlah kerja sama dengan RS akan terus diupayakan, pasalnya dengan kerja sama, korban laka lantas saat mendapat penanganan di rumah sakit tidak perlu membayar deposit atau biaya administrasi awal," kata Kepala Jasa Raharja Jawa Barat, R Edi Supriadi di Bandung, Jumat (3/4/2015).

Menurut Edi, lewat kerja sama itu pihak Jasa Raharja sudah menjamin biaya korban laka lantas.

Ia mengatakan saat ini di Jawa Barat baru 64 rumah sakit yang bekerja sama dengan Jasa Raharja.

Pihaknya berharap semakin banyak rumah sakit yang bisa bekerja sama untuk membantu memudahkan korban laka lantas. Karena itu, pihaknya juga berharap dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam upaya menjalin kerja sama tersebut.

"Kami berharap sinergitas dengan berbagai pihak ditingkatkan lagi, karena layanan jaminan kecelakaan lalu lintas sangat dibutuhkan oleh masyarakat," katanya.

Pada Januari - Februari 2015, PT Jasa Raharja Cabang Jabar telah membayarkan klaim santunan sebesar Rp25,876 miliar. Pemberian santunan kecelakaan tersebut paling banyak diberikan untuk korban kecelakaan roda dua.

Ia menyebutkan klaim tersebut menurun dibandingkan periode tahun 2014 yang mencapai Rp27,206 miliar . Dari data Jasa Raharja Jawa Barat, total klaim pada tahun 2013 mencapai Rp177 miliar dan pada tahun 2014 mencapai Rp171 miliar.

Pembayaran klaim periode Januari hingga Februari 2015, sebesar Rp18,112 miliar bagi korban meninggal, korban cacat Rp248,5 juta dan Rp7 miliar lebih untuk korban luka serta Rp30 juta klaim biaya penguburan.

"Penurunan klaim karena kami bekerja sama dengan sejumlah instansi seperti kepolisian untuk melakukan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas serta sosialisasi edukasi tentang keselamatan berlalulintas," katanya.

"Kehilangan anggota keluarga apalagi bila korban adalah tumpuan hidup keluarga tersebut, pasti sangat berat," katanya.

Jasa Raharja sudah mengajukan kenaikan klaim, seperti untuk korban meninggal dunia yang saat ini sebesar Rp25 juta menjadi Rp40 juta. Begitu juga untuk klaim korban luka-luka atau perawatan dan korban cacat tetap. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,