Jakarta Electric PLN Bukukan Kemenangan Pertama

Jakarta Electric PLN Bukukan Kemenangan Pertama

Bandung - Tim bola boli putri Jakarta Electric PLN membukukan kemenangan pertama pada "Final Four" Proliga 2015 setelah mengatasi perlawanan Jakarta Elektrik 3-0 (25-16, 25-19, 25-22) di GOR C-Tra Arena Cikutra Kota Bandung, Jumat (3/4/2015).

Kemenangan Jakarta Electric PLN sekaligus revans atas kekalahan tim itu atas tim sekotanya pada babak penyisihan.

Asisten Pelatih Jakarta Electric PLN Risco Herlambang mengaku tidak menyangka dapat menang dengan skor telak 3-0. Padahal Electrik pernah dikalahkan 0-3 oleh Jakarta Pertamina di pertandingan putaran pertama.

"Saya tidak menyangka bisa menang 3-0. Kami sempat khawatir karena pernah dikalahkan 0-3 di Palembang, tapi Alhamdulillah di Final Four kami bisa bangkit," kata Risco.

Pada set pertama Jakarta Electric bermain dengan sengit menghajar Jakarta Pertamina dengan permainan yang gesit dan cepat. Sementara itu Tim Jakarta Pertamina banyak melakukan blunder saat melakukan serve dan bertahan.

Saat set kedua, Jakarta Electric kembali memimpin skor dengan spike-spike keras pemain jalu Aprilia S Manganang. Ia juga mampu mencetak skor dengan blocking yang dilakukannya, set kedua ditutup dengan 25-19.

Memasuki set ketiga Jakarta Pertamina Energy mulai menunjukkan taringnya. Beberapa kali mereka mampu menghadang smash Aprilia dan mencetak beberapa angka. Namun di akhir pertandingan tetap tak bisa mengungguli nilai. Set tiga berakhir dengan skor tipis 22-25 untuk kemenangan PLN Electrik sekaligus memastikan revans.

Kendati quicker Jakarta Electric Putri Agustina sedang cedera dan digantikan Yolla Yuliana. Namun pemain asal Bandung itu langsung menjalankan tugasnya dengan baik.

Pelatih Jakarta Pertamina Oktavian mengaku permainan Jakarta Electric PLN sangat bagus. Ia mengatakan, Jakarta Electric bermain rapi, sementara timnya sendiri banyak melakukan kesalahan.

"Saya akui Jakarta Electric memang bagus sekali, jarang melakukan kesalahan. Kami matinya saat dapat bola pendek dan sering melakukan kesalahan lain seperti saat service. Mental pemain jadi turun," kata Octavian.

Sementara itu spiker Jakarta Pertamina Amalia Nabila mengatakan, dirinya merasa gugup saat bermain di set pertama.

"Mungkin main pertama kali ya, saya kurang tenang. Pas dapat bola jadi tergesa-gesa sendiri," kata pemain jangkung 180 cm itu.

Meski mengakui keunggulan lawan pada laga perdana final four pertama di Bandung, Oktavian optimistis timnya masih dapat bersinar di pertandingan lainnya.

"Masih ada pertandingan lainnya, melawan Popsivo dan BNI. Kita ambil evaluasi dari pertandingan ini," katanya menambahkan. (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:,