Musim Hujan Untungkan Petani Jamur di Purwakarta

Musim Hujan Untungkan Petani Jamur di Purwakarta

Musim Hujan Untungkan Petani Jamur di Purwakarta.(BimaAdi)

Purwakarta  - Selama musim hujan petani jamur tiram di Kampung Citalaga, Desa Nangerang, Kecamatan Wanayasa melaksanakan panen yang melimpah. Dalam sehari,  di Sentra Jamur Kowina Supa Rancage, petani bisa memanen lebih dari 1 kuintal selama  4 bulan.

Pengelola kubung (tempat penyimpanan jamur) Mas Jawa (42) mengatakan, selama masa panen dengan 14 ribu  log (media tanam jamur). Iaa pun bisa mengirim 1 kuintal lebih ke beberapa pasar tradisional di Purwakarta, dengan harga sampai ke bakul pasar Rp 9.000/kg.

"Sehari 1 kuintal lebih produksi panen dari 14 ribu log. Tapi kebutuhan Purwakarta cukup banyak," ujar Jawa, Sabtu (4/4). Bahkan, di Purwakarta setiap pedagang bisa minta 80 kg. Hanya memang belum bisa dicukupi karena produksinya belum banyak.

Kebutuhan jamur tiram untuk pasar Purwakarta, katanya sebetulnya masih besar. Sehari di beberapa pasar saja misalnya, membutuhkan sampai 4 kuintal. Sementara seperti di Pasar Leuwipanjang, saat ini penyuplai jamur tiram masih didominasi dari Bandung.

"Kebutuhan masih tinggi, mudah-mudahan dari tempat ini bisa memenuhi paling tidak setengah dari kebutuhan pasar," ujarnya.

Musim hujan sendiri membantu petani menghasilkan jamur tiram yang berkualitas. Lantaran di tempatnya bisa memanen jamur sampai 4 bulan lebih yang setiap harinya bisa dipanen.

"Panennya setiap hari selama 4 bulan, untuk pemerintah tidak ada perhatian sama sekali di bidang budidaya jamur ternyata masih melempem, padahal kebutuhan jamur itu lumayan tinggi," kata Mas Jawa. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:ekonomi,