Panghegar 55Th Anniversary Kembali ke Sunda

Panghegar 55Th Anniversary Kembali ke Sunda

Kaaryawan Panghegar mengenakan kebaya Sunda di Hari Ulang Tahun Panghegar ke 55, foto Wa Ode

Bandung- Memasuki usia 55 tahun perjalanan Hotel Panghegar  (Panghegar 55th Anniversary)  yang jatuh pada 4 April 2015, hotel yang cukup senior di Kota Bandung dan kini berganti nama dengan Grand Royal Panghegar, ditandai hadirnya Festival Parahyangan dengan menyajikan 55 aneka rasa Surabi khas Sunda. Selain itu sepanjang Sabtu (4/4/2015) tadi pengunjung hotel juga menikmati aneka tampilan kesenian khas Sunda seperti kecapi suling, tarian khas sunda, dan musik khas Sunda lainnya. 
 
"Kembali ke Sunda, Panghegar ini tidak lepas dengan budaya Sundanya. Karena itu sejak hari ini terjadi perubahan kelas kamar dengan ciri kesundaan. Dan terpenting selama bulan April ini bagi yang menginap di Panghegar memperoleh diskon 55 persen setiap satu malam dari harga normal setiap harinya," kata Restina PR Corporate Grand Royal Panghegar di acara jumpa pers di The Paseban Deco,Jl Merdeka Bandung, Sabtu (4/4/2015). 
 
Menurutnya, pemberian diskon sebesar 55 persen untuk kamar adalah sebagai bentuk pelayanan Panghegar selama ini pada pelanggan yang sudah sering menginap, atau bagi tamu-tamu yang baru. 
 
"Tak hanya pemberian diskon, merayakan 55 tahun Panghegar juga menggelar donor darah yang baru akan diadakan pada 14 April mendatang, bekerja sama dengan PMI Kota Bandung, bagi wartawan yang ingin menyumbangkan darahnya dispersilahkan datang," ujar Restina sedikit bergurau. 
 
Ditambahkan oleh Ellen Tanti Martha selaku Dir Of Sales Grand Royal Panghegar, kenaikan harga BBM yang tidak menentu tidak akan mempengaruhi harga yang sudah ditentukan. "Hanya saja jika dolar naik itu akan berpengaruh pada harga, kita tetap sesuaikan, mudah-mudahan harga yang sudah dipatok sekarang sudah mampu menyesuaikan dengan keberadaan saat ini. Pada prinsipnya kita sesuaikan, dan bisa dibicarakan, apalagi jika mau mengadakan meeting di sini," ungkap Ellen. 
 
Ellen juga mengomentari perihal perubahan nama-nama Sunda yang saat ini diterapkan, karena Panghegar sangat komit pada budaya Sunda, semoga dengan pelayanan khas serba Sunda memberikan cita rasa berbeda dengan hotel lainnya. 
 
"Budaya Sunda itu menarik, saya saja yang bukan orang Sunda tertarik mempelajari dan mengetahui dalam-dalamnya budaya Sunda, inilah yang ingin diketengahkan Panghegar ditengah persaingan hotel yang cukup tinggi, kita ajak tamu-tamu untuk menikmati suasan Sunda di Panghegar," papatnya. 
 
Gebrakan serba Sunda terlihat saat penyajian makanan khas Sunda dan minumannya, beberapa tamu hotel terutama wisatawan asing tidak sungkan ikut merasakan makanan yang disajikan dalam kemasan Surabi aneka rasa.(Ode)** 
.

Categories:Bandung,
Tags:,