Ratusan Nelayan di Pantura Mogok Melaut

Ratusan Nelayan di Pantura Mogok Melaut

Indramayu - Ratusan nelayan di kawasan Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terpaksa melakukan mogok berlayar, sejak beberapa hari terakhir ini. Hal itu dipicu oleh dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang langsung dirasakan, sedangkan hasil tangkapan mereka tidak sesuai dengan biaya operasional melaut.
 
Para nelayan Pantura lebih banyak disibukkan dengan memperbaiki jaring ikan dan kapal. Mereka tidak melaut karena biaya operasional untuk melaut dinilai cukup mahal, apalagi sejak BBM dan kebutuhan lainnya sudah naik sejak sepekan lalu.
 
"Dalam sekali melaut kami mendapatkan Rp 600 ribu dari hasil menjual ikan. Namun, pendapatan kami itu tidak sebanding dengan pengeluaran dan biaya operasional yang mencapai Rp 1,5 juta untuk sekali melaut," keluh Imron, salah seorang nelayan Pantura, Minggu (5/4).
 
Menurut Imron, sejak harga BBM baik biaya operasional nelayan untuk melaut juga membengkak. Sehingga nelayan Pantura lebih banyak berkumpul bersama keluarga di rumah sembari menjalani pekerjaan lain.
 
Karena tidak mendapatkan penghasilan dari berlayar, mereka  mencoba untuk bertahan hidup dengan menjadi tukang becak dan menjadi kuli bangunan. "Saya dan ratusan nelayan Pantura sudah empat hari tidak melaut. Kami mencoba jadi tukang becak atau kerja serabutan saja. Jika tidak ada uang, saya hutang sama nelayan lain atau tetangga,” ujarnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,