Kudapan Surabi Bandung 55 Rasa di Panghegar Hotel

Kudapan Surabi Bandung 55 Rasa di Panghegar Hotel

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung- Di Jawa Barat, khususnya Bandung, menyebut masakan yang terbuat dari beras dan santan alias Surabi sudah tidak asing lagi. Jajanan tradisional ini tinggal divariasi saja, apakah ingin manis, asin, atau ditaburi dengan berbagai aneka rasa. 
 
Serabi atau surabi berasal dari bahasa Sunda yaitu “sura” yang berarti besar. Jika kita mau ulik, ternyata serabi ini ada juga dibeberapa tempat di Indonesia. Yang cara memasaknya tetap sama, terbuat dari bahan beras dan santan serta dimasak memakai wajan tanah liat dan di atas tungku kayu bakar. 
 
Selain serabi Bandung, ada juga serabi Rengasdengklok yang umumnya berwarna hijau karena mengandung bahan pendukung daun suji. Adonannya selain tepung beras juga dicampur tepung ketan dan disajikan dengan saus gula merah. Di Kuningan, serabi dimakan dengan gorengan seperti pia-pia (bakwan sayur), goreng oncom, cireng atau comro. 
Di Jawa tengah, disebut Serabi Solo. Bahan utamanya tepung beras  dan santan. 
 
Di Jakarta, disebut Kue Ape. Menggunakan tepung terigu dan susu sebagai bahan utama dan cenderung seperti Serabi Solo yang bertekstur lembut. 
Di ranah minang serabi menggunakan kuah dari campuran gula dan buah-buahan, terutama serabi kuah durian yang paling banyak dicari.
 
Terlepas dari mana keaslian masakan Serabi, pada HUT ke 55 Panghegar Hotel, Sabtu (4/4/2015) hotel berbintang lima ini menyuguhkan 55 ragam Serabi aneka rasa. Dari rasa asli hingga kawe dari mancanegara, seperti ras pisha, rasa sosis, rasa oncom, rasa jengkol, rasa dodol, rasa asin jambal, rasa peda bereum. 
 
"55 rasa serabi itu kita kelompokkan 11 kategori, dikali 5, jadi akan mencapai 55 rasa berbeda sesuai kategorinya, lumayan juga memikirkan kombinasinya, terutama saat menyajikan rasa Italia, bagaimana agar tetap terlihat surabinya karena tidak akan melupakan agar budayanya meski sudah dikombinasi secara modern," ungkap Chef Anton Pradipta yang sengaja diundang bercerita ditengah jumpa pers, Sabtu (4/4/2015). 
 
Perayaan Festival Parahyangan yang hanya berlaku satu hari itu, mendapat sambutan meriah terutama tamu-tamu hotel. (Ode)*
.

Categories:Kuliner,
Tags:kuliner,