22 Situs yang Diblokir Pemerintah Bukan Produk Jurnalistik

22 Situs yang Diblokir Pemerintah Bukan Produk Jurnalistik

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta -  Dewan Pers dan Aliansi Jurnalistik (AJI) mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), yang memblokir 22 situs media berbau radikal. Namun begitu, AJI dan Dewan Pers memastikan 22 situs yang diblokir tersebut, tidak menekankan pada karya jurnalistik.
Menurut Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasyim, pihaknya telah lama menantikan upaya pemerintah tersebut untuk melindungi kepentingan umum, dari konten internet yang dianggap menyerukan kekerasan. Selain itu, situs-situs tersebut dinilai mengajak pembacanya untuk bergabung dengan kelompok-kelompok keagamaan yang menghalalkan aksi kekerasan.
 
"Ada payung hukumnya, misalnya Permenkominfo No. 19/2014 serta UU No. 11/2008. Jadi patut diapresiasi," katanya dalam forum diskusi AJI bertajuk 'Situs Penyebar Kebencian Harus Dibatasi, namun Panel Ahli Tidak Boleh Menjadi Lembaga Sensor Baru' di Jalan Kalibata Timur IV G, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2015).
Meski begitu, Ahmad menggarisbawahi perlunya transparansi pemerintah dalam melakukan pemblokiran. Terlebih, dengan adanya Permenkominfo No. 290/2015, tentang Forum Penanganan Situs Internet bermuatan negatif. "Jangan sampai ini malah menjadi dalih pembuatan lembaga sensor baru di dunia maya," tegasnya.
Sementara anggota Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, 22 situs yang diblokir tersebut bukan produk jurnalistik. Sebaliknya, Dewan Pers akan memperjuangan jika konten-konten yang tertulis di situs tersebut bernuansa jurnalistik. "Kalau produk jurnalistik, Dewan Pers akan memperjuangkannya. Mari kita kaji dulu sesuai ketentuan hukum. Nah, mereka itu bukan (produk jurnalistik)," tegas Yosep.
Yosep menegaskan, Dewan Pers hanya menangani media profesional. Khususnya, media daring yang diharuskan tunduk pada peraturan cyber media, yang disahkan oleh dewan pers.  "Hampir seluruh media ini tidak terdaftar di dewan pers, beberapa bahkan pernah diadukan ke Dewan Pers. Voa-islam.com misalnya," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,