Jakarta Elektrik PLN Tumbangkan Surabaya Samator

Jakarta Elektrik PLN Tumbangkan Surabaya Samator

Bandung - Tim putra Jakarta Elektrik PLN menumbangkan Surabaya Samator 3-1 (25-21, 18-25, 26-24, 25-23) pada final four Proliga 2014 di GOR C-Tra Arena Cikutra Kota Bandung, Minggu (5/4/2015).

Kegagalan Samator tidak lepas dari cederanya kapten tim Mahfud Nurcahyadi pada set pertama sehingga tidak bisa melanjutkan aksinya. Akibatnya Samator gagal mengatasi Jakarta Elektrik yang tampil lebih taktis.

"Kami senang bisa menyelesaikan pertandingan ini dengan point penuh, namun serve kami terlalu boros, dan itu harus diperbaiki pada laga berikutnya," kata Pelatih Jakarta Elektrik PLN Putut Marhaento.

Penampilan kedua tim berlangsung cukup alot, namun kedua tim sama-sama bertipe menyerang. Pelatih Samator Ibarsyah mengaku dua pemain asingnya bermain kurang maksimal pada laga itu.

Bahkan pada set dua pemain-pemain asing Samator Alexander Gonzales dan Lian Sem Estrada harus puas duduk di bangku cadangan.

"Pemain-pemain asing kami saat berlaga lawan Jakarta Elektrik selalu kurang maksimal, smash mudah terbaca dan umpan kurang perfect. Selain itu stamina tim juga habis di set-set akhir," katanya.

Meski Samator sempat unggul 8-11 di set pertama, kapten tim Mahfud Nurcahyadi kembali terjatuh dan cedera saat melakukan passing. Sebelumnya ia pernah cedera saat melawan Jakarta BNI pada Sabtu (4/4). Akibatnya Samator harus meneruskan pertandingan tanpa kapten.

Pada babak kedua, Samator membangku cadangkan dua pemain asingnya dan menurunkan formasi Achmad Faisal, Nizar Zulfikar, Samsul Kohar, I Puti Randu, Mirza Pratama dan Rendy Febriant.

Formasi itu lebih baik dan berhasil mendaratkan banyak smash dan blocking. Di sisi lain Elektrik melakukan banyak kesalahan saat mengumpan dan service. Samator pun menang 24-18.

Memasuki set ketiga, Samator kembali kehilangan performa, hingga tertinggal jauh 13-19. Alexander masuk menggantikan Rendy hingga ia mampu kembali menyamakan kedudukan. Saat skor kedua tim sama 24-24, Elektrik berhasil mem-block smash Samator hasil set ketiga 26-24.

Memasuki set keempat, kedua pemain tampak lelah hingga pukulan serve mereka beberapa kali menyangkut di net. Skor kedua tim saling menyusul hingga 24-23. Namun di akhir babak keempat pukulan Alexander mengenai jaring sehingga memastikan kemenangan Jakarta Elektrik PLN 25-23.

Pemain Samator Rendy Febriant mengaku, tim mereka cukup kehilangan leader dan motivator dikarenakan cederanya Mahfud. Selain itu ia menyesalkan keputusan wasit saat memasuki set tiga.

"Saat itu bola lewat net tapi tidak ditanggapi wasit," katanya menambahkan. (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:,