Komisi V Nilai Ada Skenario Pelambatan Kinerja Pemprov Jabar

Komisi V Nilai Ada Skenario Pelambatan Kinerja Pemprov Jabar

Bandung - Komisi V DPRD Jawa Barat menilai ada skenario pelambatan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di tahun 2016 yang tertuang dalam target pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi indeks pendidikan, kesehatan dan daya beli .

"Bukti pelambatan kinerja itu bisa dilihat dari target IPM 2016 yakni untuk indeks kesehatan targetnya hanya 0,47 poin, daya beli targetnya hanya 0,55 poin dan pendidikan 0,45 poin. Ini semua turun dibandingkan capaian IPM pada 2014 dan 2015," kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Yomanius Untung, di Bandung, Minggu (5/4/2015).

Ia menuturkan target indeks pendidikan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013-2014 mengalami kenaikan yakni dari 0,94 poin atau dari 82,31 ke 83,36 poin.

"Namun target 2016 hanya 0,45 poin yaitu dari 85,5 poin ke 86,00. Padahal pada 2014-2015 ada target 2,14 point. Ini artinya terjadi pelambanan karena dari 2013 hanya 0,94, sekarang hanya 0,45 poin," katanya.

Untuk target indeks kesehatan, kata dia, pada 2013 indeknya 72,60 poin atau meningkat jadi 74,01 poin pada 2014 sehingga naik 2,41 poin.

"Tapi di tahun 2016 targetnya hanya 0,47 dari 76,53 ke 77,0 poin, Ini artinya kembali lagi ada pelambatan target," kata dia.

Hal serupa juga terjadi untuk indeks daya beli, pada tahun 2013 sudah mencapai 64,17 poin dan tahun 2014 mencapai 65,47 poin atau naik 1,3 point.

Ia mengatakan di tahun 2015 target KUPPAS itu 64,45 poin dan target RKPD tahun 2016 hanya 65.00 jadi target kenaikannya hanya 0,55 poin. Ini artinya turun dibandingkan kenaikan 2013-2014 yang mencapai 1,3 poin.

"Saya coba lakukan analisis, keinginan kuat Pak Gubernur dan Wagub Jabar yang tertuang dalam janji politik pilgubnya melalui RPJMD, tidak tercermin di perencanaan tahun 2016 ini," ujarnya.

Pihaknya menilai, Pemprov Jabar tidak mempersiapkan dengan sungguh-sungguh bagaimana mengimplementasikan upaya peningatan daya saing kemandirian dan kesiapan dalam persaingan global.

"Dan ini terbuktinya dari target tiga indikator tadi, targetnya turun dari tahun sebelumhya. Mestinya targetnya minimal sama dengan tahun sebelumnya, tapi kalau ada akselerasi harus ada target melebihi tahun 2015. Ini malah menurunkan kinerja," kata dia.

Ia khawatir, hal tersebut akan membuat masyarakat Jawa Barat akan sulit bersaing menghadapi persaingan global Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir tahun 2015.

"Bisa dipastikan kita tidak bisa berharap banyak akan ada peningkatan daya saing, tidak bisa berharap banyak akan kemandirian dan tidak bisa berharap banyak memiliki daya saing mengahadapi persaingan global. Karena targetnya cuma segini, ini kan ada perlambatan," kata dia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,