Masyarakat Tak Berdaya, Indonesia Sudah Dikuasai Mafia

Masyarakat Tak Berdaya, Indonesia Sudah Dikuasai Mafia

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta -  Peranan mafia diperkirakan telah mengepung Indonesia, mulai dari mafia migas, mafia daging, mafia listrik hingga mafia lainnya. Salah satu buktinya, harga bahan pokok cenderung tidak berubah kendati harga BBM sudah turun.
 
Menurut Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng, pihaknya masih penasaran dengan harga jual bahan pokok yang terpengaruh terhadap pergerakan harga BBM. Saat pemerintah menaikan harga BBM, otomatis harga bahan pokok lainnya ikut naik. Namun, ketika harga BBM turun, hal itu tidak diikuti oleh trennya oleh pasar. "Strategi kita salah,” kata Andy di Jakarta, Minggu (5/4).
 
Menurutnya, fenomena yang tidak seimbang itu lantaran Indonesia telah lama dikuasai para mafia migas, yang bukan saja berada di sektor minyak dan gas (migas). Bahkan sektor lain pun ada peranan mafia. "Minyak turun, komoditas tidak ikut turun. Berarti di Indonesia ini dituntun hidupnya mafia, mulai dari daging dan mafia migas," katanya.
 
Ia berpendapoat, mafia migas banyak berkeliaran di Indonesia karena tumpulnya penindakan yang dimiliki oleh lembaga-lembaga migas yang berwenang. Oleh karena itu, diperlukan lembaga yang cukup kuat untuk memberikan tindakan.

Sebelumnya, Ketua Komite Tetap Hulu Migas Kadin, Firlie H Ganinduto mengatakan SKK Migas yang bertugas mengawai operasional kegiatan hulu migas tidak sepenuhnya kuat. SKK Migas memang menjadi badan yang melakukan penandatanganan kontrak perjanjian kelola, namun SKK Migas tidak memilik aset.
 
"SKK Migas tidak melakukan penjualan gas minyak bumi, sehingga timbulah mafia. Mereka menunjuk pihak lain untuk menjualnya, ini potensi mafia masuk," tuturnya.
 
Dia mengatakan, untuk BPH Migas yang bertugas mengatur hilirisasi migas, juga memiliki kekurangan yang sama yakni tidak mempunyai komoditas. 
"BPH Migas ini lebih lucu lagi, dia bertugas mengatur hilirisasi migas. Tapi dia tidak punya komoditas. Jadi kalau ada kelangkaan dia hanya teriak menyalahkan ke Pertamina," tambahnya. 
(Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:bbm,