Longsor di Cililin Masih Berbahaya

Longsor di Cililin Masih Berbahaya

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat,  menyatakan tanah tebing di Cililin masih berbahaya terjadi longsor yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar tebing.

"Masih ada perubahan tanah secara signifikan, terutama saat hujan tanah masih berbahaya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat (KBB) M Faqih melalui telepon seluler, Senin (6/4/2015).

Ia mengungkapkan, hasil pemantauan di lapangan, tanah tebing di Kampung Cinangsi, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, masih terus bergerak.

Terutama, lanjut dia, saat turun hujan masih terjadi longsoran yang akan membahayakan warga yang tinggal di sekitar tebing.

"Saat hujan turun ada pergerakan, jadi tanah disana belum stabil," katanya.

Sebelumnya, bencana tanah longsor itu merusak 12 rumah warga, 30 rumah terancam terkena dampak longsor, dan 154 orang dari 58 kepala keluarga mengungsi.

Tanah tebing kemiringan 45 derajat itu longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Kamis (2/4) pagi, akibat tidak mampu menahan beban air.

Beruntung peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh warga yang rumahnya terkena longsor berhasil menyelamatkan diri. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:bencana,