Kampung di Tengah Waduk Jatiluhur Selalu Terendam

Kampung di Tengah Waduk Jatiluhur Selalu Terendam

Kampung Madang di tengah Waduk Jatiluhur.(BimaAdi)

Purwakarta - Satu daratan seluas dua hektare berdiri di tengah Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta. Namanya, Kampung Madang yang berada di Desa Kertamanah Kecamatan Sukasari.

Sejak 1960-an, kampung itu sudah ada di tengah danau dan hingga kini di sana sudah dihuni 50 kepala keluarga. Setiap tahun, saat Tinggi Muka Air (TMA) waduk meningkat, puluhan rumah di kampung tersebut terendam.

Kepala Desa Kertamanah, Rahmat menyebutkan warga Kampung Madang berada di RW 6.  Sejauh ini kata dia, warga yang terendam tidak dievakuasi.

"Warga sendiri melakukan penyelamatan barang-barang berharga sebelum air membanjiri rumah yang menjadi tempat tinggal sekaligus usaha mereka," kata Rahmat di Sukasari, Senin (6/4/2015).

Ia mengatakan, setiap tahun kampung itu selalu terendam karena memang berada di tengah danau.

"Ini banjir tahunan, setiap tahun warga di Kampung Madang pasti kebanjiran. Mereka sudah terbiasa dengan ini," kata Rahmat.

Aparat desa lanjut dia, tidak bisa memaksa warga di Kampung Madang untuk pindah ke daerah yang lebih aman dari luapan air. Itu karena  warga setempat selain tinggal juga menjadikan kampung itu sebagai lahan usaha.

"Kalau akhir pekan kampung itu suka didatangi wisatawan baik dari dalam maupun luar Purwakarta. Seperti Jakarta, Bandung dan Bogor. Mereka kebanyakan membuka rumah tempat makan, bakar ikan, makanan kuliner. Sebagian kecil dari mereka juga ada yang berprofesi sebagai penunggu Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatiluhur," katanya.

Sehari-hari, jika pulau itu terendam air, warga kampung tersebut menggunakan rakit untuk kegiatan sehari-hari.

"Awalnya tahun 1970 cuma tiga kepala keluarga, sekarang sudah 50 kepala keluarga. Jarak dari darat ke Kampung itu cuma 200 meter. Kalau sudah surut, mereka akan beraktifitas seperti biasa," ujarnya.

Saat ini, TMA Waduk Jatiluhur sudah mencapai 107.73 mdpl. Batas normal waduk sendiri mencapai 108 mdpl.

"Kalau sudah 110 mdpl itu sudah bahaya," kata Anggota Satpol Air Polres Purwakarta Brigadir Suryadi.(Ode)**

.

Categories:Daerah,
Tags:daerah,