Seluruh Dokumen KAA 1955 Jadi Warisan Sejarah

Seluruh Dokumen KAA 1955 Jadi Warisan Sejarah

Direktur Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri Al Busyra Basnur .(Putri)

Bandung- Seluruh arsip peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955 akan didaftarkan ke UNESCO, menjadi salah satu warisan sejarah dunia (world heritage). Diungkapkan oleh Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Al Busyra Basnur,  saat ini prosesnya masih dalam tahap penilaian uji kelayakan.

"Intinya sekarang dalam tahap perundingan dengan UNESCO. Artinya, belum final masih dalam konteks perundingan, karena ada beberaa syarat yang harus dipenuhi," ujar Basnur saat ditemui setelah acara seminar di Gedung Rumawat Unpad Jalan Dipatiukur Bandung, Selasa (7/4/2015).

Menurut Basnur dokumen-dokumen KAA tersebut sangat penting bagi bangsa Indonesia, yang harus dilestarikan dan dirawat keberadaannya untuk orang Bandung bahkan bangsa di dunia. "Kita merasa perlu melestarikan, merawat dan memelihara semua dokumen-dokumen yang dihasilkan pada saat KAA pada 1955 itu," tuturnya.

Basnur mengungkapkan, jika nantinya tidak menjadikan dokumen-dokumen itu sebagai warisan sejarah budaya dunia orang akan melupakannya.

"Kita khawatir dokumen-dokumen itu tidak lengkap pada saat kita memerlukannya, dan saat masyarakat dunia akan membutuhkannya dokumen-dokumen KAA tersebut akan menjadi sulit  didapatkan," paparnya.

Pihak UNESCO sendiri masih melakukan penilaian terhadap semua kelengkapan dokumen KAA pada tahun 1955. " Aplikasi udah dimasukkan ke unesco. Dokumen yang disampaikan, yakni video, foto dan dokumen-dokumen lainnya. Prosesnya sudah di mulai pada tahun lalu arsip-arsip tersebut dikumpulkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)," ujarnya.
 
Seluruh dokumen tersebut dikumpukan melalui ANRI dan pihak mereka hanya memprovide ANRI, apa yang diperlukan akan diberikan. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,kaa,