BKPM Terima Izin Ketenagalistrikan Senilai 8,94 Miliar Dolar

BKPM Terima Izin Ketenagalistrikan Senilai 8,94 Miliar Dolar

Ilustrasi Foto.(Net)

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menerima izin investasi sektor ketenagalistrikan dari 12 perusahaan asing senilai 8,94 miliar dolar AS sepanjang Januari-Maret 2015.

"Sejak Januari-Maret 2015, ada izin prinsip penanaman modal asing (PMA) untuk 12 perusahaan dengan nilai investasi 8,94 miliar dolar AS," kata Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea di Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Keduabelas perusahaan asing yang sudah mengajukan permohonan izin investasi ke BKPM itu antara lain tiga perusahaan dari Jepang senilai 1 miliar dolar AS, satu perusahaan Tiongkok senilai 6,26 miliar dolar AS, satu perusahaan Seychelles senilai 211,6 juta dolar AS, lima perusahaan Singapura senilai 444 juta dolar AS serta dua perusahaan yang dimiliki oleh gabungan beberapa negara senilai 1,02 miliar dolar AS.

Ada pun lokasi proyek listrik dalam permohonan perizinan itu tersebar di 15 provinsi, yakni Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara.

"Lokasinya ada 15 karena ada dua perusahaan yang punya lokasi proyek lebih dari satu," katanya.

Lebih lanjut, Tamba mengatakan jumlah investasi yang masuk dalam tiga bulan pertama 2015 itu jauh lebih tinggi ketimbang pencapaian tahun lalu.

Pada semester pertama 2014, pengajuan izin sektor listrik, gas dan air hanya mencapai 780 juta dolar AS. Sementara dalam tiga bulan bulan pertama 2015, dari sektor listrik saja sudah mencapai 8,94 miliar dolar AS.

"Itu baru yang listrik, dan itu semua merupakan bagian pelayanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat," katanya.

BKPM juga sudah menerima permohonan izin investasi ketenagalistrikan dari 17 proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp3,45 triliun dalam periode yang sama.

Lembaga tersebut, pada saat yang sama, juga telah memproses 74 izin terkait ketenagalistrikan yang terdiri atas 70 izin yang dikeluarkan oleh "desk" Kementerian ESDM di PTSP Pusat serta dua izin terkait sektor kehutanan.

Dari puluhan izin yang dikeluarkan "desk" Kementerian ESDM, sebanyak 40 izin Surat Keterangan Terdaftar, 12 izin usaha penyedia tenaga listrik (IUPL), dua IUPLS-Perpanjangan, enam IUPL-Tetap, satu IUPL-Perubahan, empat izin usaha penunjang jasa tenaga listrik dan satu izin penetapan wilayah usaha penyediaan tenaga listrik.

Empat perizinan terkait ketenagalistrikan lainnya terkait dengan kehutanan, masing-masing dua izin pinjam pakai kawasan hutan dan dua persetujuan prinsip usaha pemanfaatan energi air. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,