Masyarakat Diajak Himpun Dokumen KAA 1955

Masyarakat Diajak Himpun Dokumen KAA 1955

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Saat ini dokumen Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1995 masih tersebar di masyarakat, sebagai koleksi pribadi. Untuk itu, Kepala Museum KAA Thomas Siregar mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam penghimpunan arsip KAA..

Untuk mendukung proses yang dilakukan Museum KAA, Thomas ingin masyarakat yang mengetahui dan memiliki arsip peristiwa KAA agar ikut aktif dalam mendukung dan menguatkan proses yang sedang berlangsung. "Kontribusi dari masyarakat bisa lebih menguatkan dan lebih meyakinkan UNESCO untuk menyetujui ajuan kita," ujarnya, Rabu (8/4/2015).

Adanya peringatan KAA yang ke-60 tahun di Bandung, membuat Kemenlu mengajukan aplikasi ke UNESCO dan bekerja sama dengan  Museum KAA. Mereka berupaya arsip dan dokumen peristiwa KAA tahun 1955 mendapat status sebagai warisan sejarah dunia.

"Kita merasa penting untuk mengajukan karena kita melihat KAA merupakan suatu event besar, yang telah menginspirasi berbagai negara Asia Afrika untuk merdeka," tuturnya.

Thomas menjelaskan, sejauh ini Museum KAA baru mengandalkan arsip yang dimiliki oleh ANRI, karena ANRI sudah mengumpulkan bahan-bahannya sejak lama. Untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO dokumen berupa foto, film, rol film dan dokumen tertulis lainnya harus dikumpulkan selengkap mungkin. Selanjutnya dokumen itu akan diperiksa kelengkapannya dan keasliannya oleh pihak ANRI.

"Hal itu dilakukan supaya keasliannya bisa dipertanggungjawabkan. Apabila semua itu sudah bisa terpenuhi, kita akan bisa mendapatkan pengakuan sebagai warisan dunia dari UNESCO," papar Thomas.

Saat ini ia pun sudah melengkapi dokumen-dokumen dan sudah merawatnya dengan baik. Dia berharap semua arsip ini sudah selayaknya diterima oleh UNESCO sebagai satu bentuk warisan dunia. "Pengarsipan ini agar generasi penerus bisa mengetahui dan bisa mengapresiasi, karena ini merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa indonesia sekaligus sejarah dunia juga," tambahnya.(Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,