Anggota Polsek Cidaun Dirikan SD Negeri Kelas Jauh

Anggota Polsek Cidaun Dirikan SD Negeri Kelas Jauh

Cianjur - Anggota Polsek Cidaun, Cianjur, Aiptu Jaelani, bersama warga sekitar mendirikan sekolah dasar negeri kelas jauh karena terdorong dari rasa prihatin terhadap dunia pendidikan di pelosok Cianjur, Jabar, yang serba kekurangan.

Meskipun berdinding bambu dan berlantai tanah, sekolah tersebut telah menampung 182 orang siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, dimana minat belajar anak usia sekolah di wilayah tersebut cukup tinggi, meskipun tidak memiliki fasilitas penujang yang memadai.

"Merasa tergugah untuk mendirikan sekolah, saya sempat mengutarakan hal tersebut pada tokoh masyarakat setempat. Gayung bersambut, warga membantu mendirikan bangunan sekolah meskipun hanya berdinding bambu dan berlantai tanah," kata Jaelani, Rabu (8/4/2015), yang telah mengajar sejak lima tahun yang lalu.

Tingginya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD Budi Asih yang terletak di Kampung Cigaruh, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Cianjur itu, tutur dia, terlihat setiap tahun, dimana jumlah siswa baru terus meningkat, sehingga pihaknya merasa kesulitan untuk membagi ruangan dan bangku untuk siswa.

"Saat ini selain ruangan yangt minim, kami kesulitan untuk menambah sarana dan prasarana penunjang seperti bangku dan meja, dimana saat ini satu bangku dan meja terpaksa dipakai untuk 3 sampai 4 orang siswa ketika belajar," katanya.

Pihaknya berharap bantuan pemerintah segera turun, agar ratusan siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut dapat menjalani proses belajar mengajar dengan tenang layaknya siswa lain yang memiliki bangunan sekolah yang layak.

Pasalnya ungkap dia, setiap mendung datang, pihak sekolah terpaksa mempercepat jadwal pulang bagi siswa karena setiap hujan turun bangunan sekolah bocor dan kerap tergenang air karena dinding bangunan dari bilik anyam hanya setengah badan.

"Kadang saya merasa miris melihat tingginya minat siswa untuk belajar meskipun tidak ditunjang dengan bangunan yang layak, namun mereka tetap ingin belajar, sementara hari sudah mau hujan dan terpaksa mereka kami pulangkan," kata Kanit Sabhara Polsek Cidaun itu.

Selain itu, ungkap dia, minimnya tenaga pengajar di sekolah tersebut, menjadi kendala lainnya untuk terus mengembangkan sekolah kelas jauh itu menjadi SDN permanen yang tidak lagi menginduk ke sekolah asal.

"Saat ini guru yang ada hanya tiga orang termasuk saya. Harapan saya ada tambaha guru agar sekolah ini layak dijadikan sekolah mandiri tanpa menginduk ke sekolah asal.

Sementara sejumlah siswa di sekolah tersebut, mengaku tetap senang dan mampu bersaing dengan siswa di sekolah lain yang memiliki sarana dan prasarana penunjang yang layak bahkan lebih. Mereka pun mengaku senang diajar seorang anggota polisi yang setiap memberikan pelajaran mengenakan seragam lengkap.

"Tidak takut meskipun pa guru mengunakan segaram polisi, kami menjadi pintar dan mampu bersaing dengan siswa di sekolah lain, baik dibidang mata pelajaran atau kegiatan olahraga, kami banga memiliki guru seperti pa Jaelani," kata Andri seorang siswa kelas 4. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,