Pantai Nihiwatu Tercantik ke-17 di Dunia

Pantai Nihiwatu Tercantik ke-17 di Dunia

Pantai Nihiwatu Tercantik ke-17 di Dunia.(Net)

Kupang - Pantai Nihiwatu di Sumba Barat Nusa Tenggara Timur masuk dalam kategorik tercantik ke-17 dari 100 pantai terindah di dunia bahkan dianggap lebih indah dari Pantai Hanalei Bay di Hawaii.

"Tiga pantai Indonesia sebagai bagian dari 100 pantai terindah di dunia. Salah satunya, Pantai Nihiwatu di Kabupaten Sumba Barat," kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT Welly Rohimone, di Kupang, Rabu (8/4/2015).

Ia menyebut sebuah laporan sebelum daftar 100 pantai terindah di dunia ini dikeluarkan, CNN juga menyanjung Nihiwatu setinggi langit, bahkan dianggap lebih indah dari Pantai Hanalei Bay di Hawaii.

"Pantai Nihiwatu sepanjang 2,5 kilometer itu menurut jajak pendapat versi CNN menempati peringkat 17 dari 100 pantai terindah di dunia, seperti dilansir CNN," katanya.

Dua pantai lain di Indonesia yang masuk daftar 100 pantai terindah di dunia versi CNN adalah Pulau Derawan dan Pantai Canggu di Bali. Pulau Derawan berada di posisi 63 dan Pantai Canggu di peringkat 39.

Ia mengatakan untuk mencapai ke Pantai Nihiwatu, harus menempuh penerbangan dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Bali ke Bandara Tambolaka di Sumba Barat dan kemudian berkendara selama 90 menit.

"Pantai Nihiwatu menyajikan pemandangan pasir dan air laut yang bersih dan karena masih jarang orang, sehingga wisatawan bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan," katanya.

Peringkat Pantai Nihiwatu di 100 pantai terindah dunia mengalahkan Pantai Hanalei Bay di Hawaii yang menempati posisi 27.

Pantai Hanalei Bay sendiri memiliki latar belakang pegunungan di hamparan samudera. Ombak di Hanalei Bay menjadi surga bagi peselancar. Namun, terkadang badai dan cuaca buruk dapat membuat ombak begitu tinggi.

Sementara itu, posisi pertama pantai terindah versi CNN ini ditempati oleh Pantai Grande Anse Beach di Seychelles. Sementara Pantai Rabbit Italia, Grace Bay di Providenciales menempati posisi kedua dan ketiga.

Rohimone lebih lanjut menyebut awal mula Pantai Nihiwatu muncul lewat laporan yang dibuat oleh Andrew Demaria yang dikeluarkan pada 1 September 2014 lalu diberi judul "Paradise with a conscience: Nihiwatu on Indonesia Sumba Island".

Dalam laporan itu, katanya, disebutkan bahwa karena keindahan Nihiwatu membuatnya klise "surga" pantas dialamatkan ke pantai ini.

Bahkan CNN juga melaporkan tentang sepasang suami istri Claude Graves dan istrinya Petra yang pada 1984 meninggalkan Afrika Selatan untuk mencari gelombang yang baik untuk surfing.

Keduanya kata Rohimone kemudian jatuh hati pada Nihiwatu, menetap di Sumba dan mendirikan sebuah resort pribadi di pantai ini. Mereka kemudian mendirikan hotel yang "soft launching"-nya dilakukan pada 2001 dan mulai beroperasi penuh pada 2005.

Hotel yang didirikan di areal seluas 600 acre ini katanya saat ini mempekerjakan lebih dari 300 orang Sumba sejak awal berdiri.

Upaya mempromosikan lokasi ini juga dilakukan oleh Graves yakni ia bersama dengan pebisnis AS Sean Downs mendirikan The Sumba Foundation, sebuah yayasan yang didedikasikan untuk Sumba, pada tahun 2001.

Yayasan ini mengklaim telah membawa dampak positif bagi warga dalam radius 120 mil dari lokasi hotel, menurunkan angka infeksi malaria sekitar 85 persen di desa-desa sekitar.

Yayasan ini juga telah mendirikan lima klinik kesehatan serta menjalankan program penanggulangan gizi buruk di wilayah ini yang dibiayai dari dana sebesar lima juta Dolar AS yang telah didonasikan ke yayasan ini selama ini. (AY)

.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,