10 HAl Kota Cerdas Dikedepankan AASCS

10 HAl Kota Cerdas Dikedepankan AASCS

ilustrasi. (Net)

Bandung- Konsep kota cerdas bukan hanya tentang bagaimana menggunakan teknologi untuk membangun atau mengembangkan kota tetapi juga untuk memberikan dasar tentang bagaimana kota memiliki ketahanan dari bencana di satu sisi dan disisi lain bagaimana kota bisa menjadi ramah lingkungan.
 
Ketua penyelenggara Asia Afrika Smart City Summit (AASC) 2015, Prof Dr Suhono H Supangkat menjelaskan bagaimana keadaan Kota Bandung yang padat sehingga membuat tidak nyaman.
 
"Berbeda halnya di tahun 1955 jumlah penduduk kota-kota di Asia Afrika  adalah 30% dari total populasi dunia. Menurut Prof Suhono nantinya di tahun 2025 penduduk Asia dan Afrika mewakili 60% dari populasi global," ujarnya saat ditemui di sebuah kafe  di Jalan RE Martadinata  Bandung. Rabu, 8 April 2015.
 
Menurut Prof Suhono, energi adalah sesuatu yang menjadi sangat vital dan saat ini digunakan untuk menghidupi kota dan menghasilkan peradaban. Untuk itu sebagai generasi muda harus bisa membangun masa depan kota yang pintar.
 
"Akan ada 10 hal yang akan didiskusikan pada acara AASCS, yaitu model kota cerdas, bencana dan lingkungan, smart government, energy pintar, model bisnis dan kota cerdas, transportasi cerdas, generasi muda dan enterpreunership, warga/ penduduk cerdas, pembayaran cerdas dan kesehatan cerdas," paparnya.
 
Menurut Prof Suhono, Smart City itu ekosistem ada teknologi, proses. Bukan teknologi saja, jika hanya teknologi nanti banyak protes. Bappernas merencanakan 2045 semua kota di indonesia menjadi smrt city yang bisa mengelola sumber daya alamnya.(Ode)**
 
 
Yayan Ahmad selaku sekertaris dari acara AASCS menambahkan bahwa Bandung sudah banyak melakukan aktifitas-aktifitas yang akan dikembangkan menuju smart city. Tidak hanya walikota di luar negeri dari dalam negeri juga akan datang di acara AASCS 2015.
 
"Kita undang walikota-walikota di indonesia misalnya Surabaya, Makassar, Bogor, Aceh, Solo. Aceh ingin menjadikan islamic smart city. Kita ingin memunjukan bahwa indonesia itu, ada kota yang kreatif. Islamic, juga pertanian. Yaa seperti Bhineka tunggal Ika," ujar Prof Suhono. (Ode)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,