Ribuan Warga Australia Dituntut Pembayaran Akibat Unduh Film

Ribuan Warga Australia Dituntut Pembayaran Akibat Unduh Film

Sydney - Sebanyak 5.000 orang Australia diperkirakan akan menerima surat dari satu perusahaan produksi Hollywood yang menuntut pembayaran atas pengunduhan secara ilegal film Dallas Buyers Club, demikian laporan media pada Rabu (8/4/2015).

Satu putusan bersejarah Pengadilan Federal memerintahkan penyedia layanan Internet Australia, termasuk iiNet, untuk menyerahkan identitas ribuan pemilik akun yang hubungan Internet mereka diduga digunakan untuk berbagi film Hollywood tersebut, kata Fairfax Media.

Dallas Buyers Clubb LLC dan Voltage Pictures LLC membidik enam perusahaan telekomunikasi Australia --iiNet, Internode, Dodo, Amnet, Adam Internet dan Wideband Networks-- ketika mereka berusaha memperoleh perincian pribadi berkaitan dengan lebih dari 4.700 alamat IP, yang digunakan untuk berbagi film dengan menggunakan BitTorrent.

Michael Bradley, pengacara yang mewakil Dallas Buyers Club --dibintangi Matthew McConaughey-- dalam kasus pembajakan yang tak pernah terjadi sebelumnya, mengatakan perusahaan tersebut akan menuntut ganti-rugi.

"Akhirnya buat pemilik film itu lah masalahnya sebab mereka memiliki banyak uang,' kata Bradley kepada Australian Broadcasting Corporation pada Rabu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang.

Perusahaan AS tersebut mengirim surat kepada semua pengunduh tidak sah dan menyatakan mereka akan menghadapi tuntutan sampai 150.000 dolar AS kecuali pembayaran sebagai penyelesaian sebesar 7.000 dolar dibayarkan.

Kepala pelaksana badan industri Intellectual Property Awareness Foundation Lori Flekser gembira dengan putusan bersejarah mengenai pembajakan itu.

Wanita pejabat tersebut berharap putusan itu akan mencegah pembajakan yang mempengaruhi kehidupan pembuat film independen di Australia.

"Belum lama ini, dua perusahaan kecil Australia --Wyrmwood dan The Little Death-- mengalami pembajakan serius," katanya.

"Bukan saat film mereka hadir di bioskop tapiketika tersedia di DVD. Jadi, itu bukan hanya mengenai ketersediaan dan akses, itu semata-mata mengenai orang yang menginginkan sesuatu secara gratis." Flekser mengatakan karena setiap film dibajak, penanam modal masa depan menjauh, sehingga suntikan darah segar bagi industri tersebut mengering. (AY)

.

Categories:Film,
Tags:film,