DVD "The Interview" Dikirim via Balon Udara ke Korut

DVD

Ilustrasi.(Foto:Net)

Seoul - Seorang pegiat Korea Selatan mengatakan, Rabu (*/4/2015), ia telah meluncurkan ribuan salinan film Hollywood "The Interview" ke Korea Utara dengan menggunakan balon, dan mengabaikan ancaman pembalasan dari Pyongyang.

Pyongyang menyebut film komedi besutan Seth Rogen yang bercerita mengenai rencana fiksi CIA untuk membunuh pemimpin Korut Kim Jong-Un itu sebagai "aksi teror nakal".

Pembelot Korut yang kemudian menjadi pegiat, Lee Min-Bok, mengatakan ia sudah empat kali menerbangkan balon-balon itu sejak Januari --terakhir ia lakukan pada Sabtu.

Pada setiap aksinya, ia mengikatkan ke balon-balon helium bundelan berisi salinan "The Interview" bersama selebaran anti-Pyongyang, yang kemudian ia lepaskan dari belakang sebuah truk.

"Saya melepaskan ribuan salinan dan sekitar sejuta lembar selebaran pada Sabtu, di dekat bagian barat perbatasan," kata Lee kepada AFP.

Semua peluncuran itu dilakukan pada malam hari tanpa publisitas karena isu ini sensitif bagi kedua belah pihak.

Korut sejak lama mengecam aksi peluncuran lintas batas dan meminta otoritas Korsel bertindak untuk mencegahnya.

Pada Oktober, penjaga perbatasan Korut berupaya menembak jatuh beberapa balon sehingga memicu terjadinya baku tembak di antara kedua belah pihak.

Pyongyang mengeluarkan peringatan keras terhadap setiap upaya untuk memasukkan salinan "The Interview" dalam bundel yang diikatkan ke balon, dan mengatakan bahwa setiap aksi menantang tindak balas akan memicu "serangan balas tanpa ampun".

Pyongyang bertahan atas tuduhan FBI bahwa mereka berada di balik serangan dunia maya terhadap Sony Pictures, studio pembuat film tersebut, pada November lalu.

Meski meminta para pegiat agar tidak memprovokasi Korut, pihak Korsel bersikeras bahwa aksi mereka tersebut dilindungi oleh prinsip kebebasan berekspresi.

Polisi turut campur tangan untuk mencegah dilakukannya peluncuran, namun itu dilakukan hanya ketika ada kemungkinan aksi balas Korut yang akan membahayakan warga yang tinggal di dekat lokasi peluncuran balon.

Aksi Lee tersebut dilakukan pada malam hari di lokasi terpencil, dan meski mereka dipantau polisi setempat, tidak ada tindakan apapun dilakukan untuk mencegahnya.

"Polisi tidak memiliki hak untuk menghentikan saya melakukan ini," kata Lee.

"Saya selalu dibuntuti oleh polisi," imbuh dia.

Kru kamera CNN yang mengikuti Lee pada Sabtu merekam dia saat mengikat bundel-bundel itu ke balon di tengah malam, sebelum melepaskannya di kegelapan malam.

Balon-balon itu sepenuhnya bergantung pada angin, dan tidak mungkin menentukan berapa banyak yang akan jatuh di wilayah Korut.

Kementerian Penyatuan Seoul, yang mengatakan bahwa mereka hanya mengetahui aksi Lee terakhir pada beberapa hari lalu, menolak berkomentar mengenai hal tersebut.

"Sikap kami adalah bahwa kami mengakui kebebasan individu untuk menyatakan pendapat mereka," kata seorang juru bicara kementerian. (AY)

.

Categories:Film,
Tags:film,