CISV Serukan "Tepa Salira" dalam Perdamaian Dunia

CISV Serukan

Para Presiden CISV dari Indonesia, IndiaN dan Filipina saat Juma pers di Gedung Sate Bandung Jawa Barat, Rabu (8/42015).(foto:Wa Ode)

Bandung- Sebanyak 185 peserta CISV  sebuah organisasi global yang bersifal volunter non profit dan non politik mengikuti program pelatihan bagi anggotanya di Putri Gunung Hotel Lembang KBB Jawa Barat sejak 7 hingga 12 April 2015 yang diikuti 15 negara Asia Pasifik. Acara yang diikuti anak remaja berusia 11 tahun hingga dewasa ini mengangkat tema "Tepa Salira" yang diambil dari bahasa Sunda yang artinya "tenggang rasa" atau empati. 
 
"Gelaran CISV yang ke empat kalinya ini bertujuan untuk memberikan kemampuan agar dapat menginspirasi dan mengedukasi masyarakat demi terciptanya dunia yang lebih adil dan damai melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak remaja di dunia," ujar Mira Wisendha sebagai Presiden Indonesia Capter Cendrawasih (Utara dan Barat Jakarta) saat jumpa pers CISV di Gedung Sate Jl Diponegoro Bandung. Rabu (8/4/2015) malam. 
 
Hadir pula  selaku nara sumber Rupa Satish Kothari  asal India sebagai Koordinator  APRW Jaspack dan Tom Andaene asal Filipina selaku Presiden CISV Asia Pasific. 
 
"Acara ini merupakan agenda tahunan kegiatan APRW & Jasparc (Asia Pasific Regiona Worshop dan Juniors Asia PAsific Regional Conference) dari CISV Internasional yang beranggotakan lebih dari 70 negara di dunia. Tiap tahun bergantian penyelenggaranya, saat ini kita memilih Indonesia dan di Bandung karena seiring dengan adanya HUT Konfrensi Asia Afrika (KAA)," kata Tom Andaene menambahkan. 
 
Demikian pula Rupa Satish Kothari menambahkan bahwa tema tahun ini sangat pas karena diharpkan bisa saling menginspirasi baik para anggota CISV maupun secara umum untuk bersikap tpleransi, menghargai dan tidak saling berprasangka buruk diantara anggota serta menularkannya kepada masyarakat. 
 
"Tema ini sejalan dengan tema CISV Internasional 2015 yaitu 'Cconflict and Resolution' semua negara peserta  juga menerapkan isu ini," kata Rupa. 
 
Menurut Mira Wisendha, "Anak merupakan agen perubahan dunia yang dapat membawa perubahan dan perdamaian di masa depan. Penanaman nilai tenggang rsa harus dilakukan sejak usia dini agarkebaikan tersebut dapat diimplematasikan dalam kehidupan sehari-hari," tambah Mira. 
 
Malam itu, semua utusan negara anggota CISV menampilkan kekhasan budaya negaranya masing-masing, sambil bernyanyi bersma. (Ode)**  
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,