Kadisdik Jabar Pastikan Polisi Tak Awasi UN

Kadisdik Jabar Pastikan Polisi Tak Awasi UN

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Asep Hilman memastikan polisi tidak akan ikut serta mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015 karena pertimbangan faktor psikologis peserta UN.

"Untuk SOP-nya (Standar Operasional Prosedur) sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya, sekarang tidak ada lagi pengamanan yang ekstra (dari polisi) sampai ke kelas-kelas," kata Asep Hilman, di Bandung, Kamis (9/4/2015). 

 
Ia mengatakan, peran serta polisi dalam pelaksanaan UN tetap diperlukan salah satunya ialah untuk membantu pendistribusian soal ke titik bongkar kabupaten/kota.

"Kita telah berkoordinasi dengan pihak Polda Jabar dan teman-teman di polda menyatakan kesiapannya," kata dia.

Lebih lanjut ia menuturkan posisi UN saat ini tidak menjadi penentu kelulusan bagi pesertanya.

"Itulah yang menjadi pembeda UN saat ini, cuma tetap siswa harus ikut UN. Jadi siswa mengikuti seuruh pembelajaran di dalam waktu yang dia konsumsi, mendapatkan nilai baik seperti agama, PKN dan mata pelajaran lainnya," kata dia.

Untuk tahun ini, Jumlah siswa SMA, SMK, MA dan sederajat di Provinsi Jawa Barat yang menjadi peserta Ujian Nasional (UN), tercatat sebanyak 469.764 orang.

"Jumlah peserta UN ini menyebar di 27 kabupaten/kota se-Jabar, yang terdiri dari siswa SMA sebanyak 167.828 peserta, MA sebanyak 53.357 peserta dan SMK 240.582 peserta," katanya.

Menurut dia, total siswa peserta UN 2015 ini tersebar di 1.340 sekolah SMA, 1012 sekolah MA, dan 2.195 sekolah SMA. (AY)
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,