Penangkapan Kader PDIP di Bali Diduga Tersangkut Suap

Penangkapan Kader PDIP di Bali Diduga Tersangkut Suap

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di salah satu hotel mewah di Sanur, Bali, Kamis malam. Penangkapan itu bersamaan dengan berlangsungnya Kongres IV PDIP di Pulau Dewata.
Kader tersebut bernama Adriansyah, Ketua DPD PDIP Kalimantan Selatan periode 2010-2015. Saat ini, dia menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang di antaranya membidangi kehutanan dan pertanian.
Sebelum duduk di Senayan sebagai wakil rakyat, pria kelahiran Ampah, 7 Oktober 1954 itu pernah menjadi Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, selama dua perode (2003-2008 dan 2008-2013).
Adriansyah juga pernah menjadi Ketua AMPI Kabupaten Banjar tahun 1980-1985. Setelah itu dia menjadi Ketua KNPI di kabupaten yang sama untuk periode 1986-1989. Adriansyah merupakan lulusan SMA 3 Banjarmasin.
Kader PDIP itu ditangkap bersama sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyuapan. Namun hingga kini KPK belum memberi keterangan mengenai penangkapan ini, meski membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan.
Sementara itu, politikus PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, partainya siap memberi sanksi bagi kader yang terbukti tertangkap tangan sedang melakukan dugaan kasus suap. "Kita lihat dulu siapa dia, kasusnya apa. Kalau benar OTT (terkena operasi tangkap tangan) ya apa boleh buat, sudah memalukan Partai dan pasti ada sanksi," kata mantan Sekjen PDIP di Jakarta, Jumat (10/4).

Terkait penangkapan tangan oleh KPK, Tjahjo mengatakan pihaknya sedang memeriksa kebenaran kabar itu. "Kami sedang cek kebenarannya, karena nama masih simpang siur, siapa dia, jabatannya apa, lalu dalam kasus apa. Kalau memang benar ada bukti-buktinya, silakan KPK menangkap dan memprosesnya, karena kalau OTT pasti harus sudah valid buktinya," ujar pria yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri itu.

Seperti yang diberitakan, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, membenarkan pihaknya telah melakukan beberapa orang di Bali. "Sementara ini, yang baru bisa disampaikan adalah benar pada Kamis (9/4) KPK telah melakukan penangkapan terhadap beberapa orang di Bali," kata Priharsa Nugraha.

Namun, dia belum ingin menyampaikan secara rinci siapa orang yang ditangkap maupun dugaan kasus yang menjerat orang tersebut. "Nanti keterangan lebih lengkap akan disampaikan melalui konferensi pers Jumat pagi," kata Priharsa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, orang yang ditangkap adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari fraksi PDI Perjuangan, terkait dengan dugaan penyuapan. Anggota DPR yang berasal dari partai pemerintah itu, akan diterbangkan dari Bali ke Jakarta menggunakan penerbangan pertama, Jumat pagi.

KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang tertangkap selama 1x24 jam sebelum menetapkannya sebagai tersangka. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,