Luc Besson Juri Festival Film Beijing Internasional

Luc Besson Juri Festival Film Beijing Internasional

Sutradara dan penulis naskah film termana asal Prancis, Luc Besson.

Beijing  - Sutradara dan penulis naskah film termana asal Prancis Luc Besson dipercaya sebagai dewan juri Festival Film Beijing Internasional (FFBI), pada 16-23 April 2015.

Selain Luc Besson terdapat pula penulis dan pembuat film ternama Amerika Serikat Robert Mark Kamen, sutradara Brazil Fernando Meirelles, aktor Rusia Fyodor Bondarchuk, sutradara dan produser film asal Hong Kong Peter Chan, artis Korsel Kim Ki-duk dan aktris Tiongkok Zhou Xun.

Dalam jumpa wartawan di Beijing, Kamis malam, Wakil Sekjen FFBI Zhao Zhiyong mengatakan para juri akan menetapkan film terbaik berdasar beberapa kategori yang telah ditetapkan, untuk memperebutkan penghargaan tertinggi dalam ajang itu, yakni "Tiantan" seperti Oscar di AS--.

"Pada penyelenggaraan kelima FFBI ini para juri akan menyeleksi 930 judul film terdiri atas 122 produksi Tiongkok dan 808 film produks mancanegara," katanya.

Zhao Zhiyung mengemukakan 15 judul film terbaik dari 930 film akan bersaing memperebutkan penghargaan berdasar sepuluh kategori yakni film terbaik, sutradara terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, aktor pendukung terbaik, aktris pendukung terbaik, sinematografi terbaik, musik terbaik, film layar lebar terbaik, dan efek visual terbaik. 

Zhao Zhiyong mengatakan penyelenggaraan FFBI tersebut juga diisi dengan forum diskusi mengenai perkembangan industri Tiongkok, termasuk kerja sama yang dilakukan dengan pelaku industri film dari negara lain, dan pasar perfilman.

Selama festival juga akan diputar 360 film terbaik di 30 agenci dan sekolah-sekolah di Beijing, dan 20 film terbaik di bioskop-bioskop kota Beijing.

Penyelenggaraan FFBI 2015 bertemakan "Master, Mass and Market" yang mencerminkan nilai utama penghargaan "Tiantan", sebagai penghargaan tertinggi berbagai perspektif penciptaan artistik.

Zhao Zhuying mengatakan industri film Tiongkok makin berkembang pesat. "Karenanya pada penyelenggaraan FFBI ini juga menandai 120 tahun industri film dunia dan 110 tahun film Tiongkok," ungkapnya.

Industri film Tiongkok kini menempati urutan pertama terbesar di Asia dan ketiga terbesar di dunia, kata Zhao Zhuying menambahkan.

Indonesia pernah menyertakan film bertajuk The Mirror Never Lies besutan Kamila Andini pada FFBI 2013.(Ode)**

.

Categories:Film,
Tags:film,