PT KAI Mulai Ladeni Penjualan Tiket Lebaran

PT KAI Mulai Ladeni Penjualan Tiket Lebaran

Ilustrasi.(Foto:Tempo)

Surabaya  - PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasional 8 mulai membuka layanan pemesanan tiket mudik agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan ke kampung halamannya lebih awal.

"Walau Hari Raya Idul Fitri masih tiga bulan mendatang, sejak tanggal 9 April 2015 kami sudah membuka layanan itu," kata Manajer Humas KAI Daop 8, Sumarsono, di Surabaya, Jumat (10/4/2015).

Menurut dia, program menjemput bola tersebut telah diwujudkan KAI Daop 8 mulai tahun 2012. Bahkan, hingga kini layanan pemesanan tiket lebaran itu selalu mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat.

"Dibandingkan layanan pemesanan tiket untuk arus mudik pada tahun sebelumnya, realisasi pada tahun ini hampir sama," ujarnya.

Namun, jelas dia, pada tahun 2015 untuk Kereta Api Lokal dan Kereta Api kelas Ekonomi bisa lewat Stasiun Gubeng Baru. Kalau sebelumnya para penumpang hanya bisa naik KA lokal dan KA kelas Ekonomi di Stasiun Gubeng Lama.

"Mengenai tiket, masyarakat tidak perlu khawatir karena mereka bisa membelinya di berbagai gerai ritel Indomaret maupun Alfamart dengan harga yang sama," katanya.

Selain itu, tambah dia, KAI Daop 8 justru memberikan apresiasi lebih bagi calon penumpang yang membeli tiket lebih dari satu. Hal itu diwujudkan dengan program diskon tersendiri.

"Untuk mendapatkan potongan harga ini, calon penumpang bisa memesan tiket dengan pembelian maksimal empat kursi," katanya.

Ia mencontohkan, apabila harga tiket mencapai Rp100.000 per orang maka dikenakan biaya sebesar Rp7.500 untuk sekali pemesanan. Kemudian, calon penumpang berhak mendapatkan potongan harga sebesar Rp7.500 per tiket. 

"Jika membeli empat tiket dengan harga Rp100.000 dan dikenakan biaya pemesanan Rp7.500, total biaya seharusnya Rp407.500. Tapi, karena ada program diskon maka penumpang cukup bayar Rp377.500," katanya.

Ia optimistis, program pembelian tiket KA di mitra KAI tersebut lebih murah kalau dibandingkan harga tiket KA yang ada diberlakukan di stasiun. Faktor penyebabnya, masyarakat transportasi darat yang membeli tiket di stasiun tidak berhak mendapatkan potongan harga.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,