40 Tahun ke Atas Hati-hati Pilih Jenis Olahraga

40 Tahun ke Atas Hati-hati Pilih Jenis Olahraga

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta-Olahraga sangat baik bagi kebugaran atau kesehatan tubuh.  Namun, bagi yang berusia 40 tahun ke atas, tentunya harus berhati-hati . Olahraga yang Anda lakukan, kemungkinan malah menjadi  penyebab kematian (sudden death).  

Karenanya perlu dilakukan Exercise Stress Testing untuk mengetahui level tingkat kebugaran fisik yang dimiliki seseorang. 

Beberapa artis yang mengalami ‘sudden death’,  semisal,  Adjie Massaid, pelawak terkenal Basuki dan pesepakbola berbakat dari Kamerun, Marc Vivien Foe. Kemungkinan besar ketika berolahraga,  bermain futsal, bola atau bersepeda, mereka belum mengetahui level tingkat kebugaran fisik yang dimilikinya.  Pada akhirnya, mereka mendapati sudden death.

Hal itu terungkap dalam ‘Workshop Exercise Stress Test’ yang digelar Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan idsMED Indonesia di sebuah hotel berbintang di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).

Menurut Dr.dr. Basuni Radi, Sp. Jp (K) dari RS. Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, bagi usia 40 tahun ke atas ketika hendak berolahraga, sebaiknya harus mengetahui tingkat kebugaran yang dimiliki. 

“Olahraga sangat baik bagi kesehatan, tapi, bagi yang berusia 40 tahun ke atas, sebelum menentukan pilihan olahraga, harus melakukan Exercise Stress Testing atau  uji latih jantung  menggunakan  treadmill atau Ergocycle serta merekan jantung.  Uji ini untuk mengetahui seberapa besar level tingkat kebugaran fisik yang dimiliki seseorang.  Dan dari Exercise Stress Testing ini, akan diketahui olahraga apa yang aman bagi orang tersebut,”  ucap  Dr.dr. Basuni Radi, Sp. Jp (K) dari RS. Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dihadapan peserta  Workshop Exercise Stress Test 1500 dokter dari berbagai wilayah Indonesia.

Banyak orang yang meninggal ketika berolahraga tenis, fusal, bola dan sepeda. Menurut dr. Basuni,  umumnya ketika mereka berolahraga, mereka tidak mengetahui level tingkat kebugaran fisik yang dimilikinya.

“Usia 40 tahun ke atas, umumnya beresiko jantung, karenanya treadmill dengan merekam jantung sangat diperlukan.  Hasil test tersebut menentukan olahraga apa yang aman dan menentukan level kebugaran fisik yang dimiliki seseorang. Jadi ketika seseorang tidak mengetahui level tingkat kebugaran yang dimilikinya,  dan dia berolahraga di atas  level kebugaran fisik yang dimilikinya, maka bisa jadi akan mengalami sudden death,” jelas dr. Basuni.

Workshop Exercise Testing yang  diselenggarakan  Pokja bekerjasama dengan idsMED Indonesia,  untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga-tenaga medis, menyeragamkan cara pemeriksaan, interpretasi maupun pelaporan sebagai upaya mengoptimalkan penggunaan Exercise Stress Testing.

Exercise Testing adalah salah satu tes yang sering digunakan dalam upaya menskrining atau menjadi pemeriksaan penunjang ada tidaknya kemungkinan Penyakit Jantung Koroner. Sebenarnya selain untuk itu, pemeriksaan ini dapat dipakai untuk menentukan tingkat kebugaran seseorang, baik untuk keperluan menentukan pekerjaan, keamanan melakukan latihan di masyarakat atau di pusat olahraga, atau membuat program latihan fisik bagi penderita penyakit jantung. Bagi penderita penyakit jantung, tes ini juga digunakan untuk menentukan prognosis atau stratifikasi kemungkinan serangan jantung atau meninggal akibat penyakit jantung, mengevaluasi hasil pengobatan atau tindakan tertentu, mendeteksi kemungkinan ada tidaknya gangguan irama jantung baik sebelum maupun setelah pengobatan atau tindakan.(Ode)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:gaya-hidup,