Tersangka Korupsi Masuk Struktur Kepengurusan DPP PDIP

Tersangka Korupsi Masuk Struktur Kepengurusan DPP PDIP

Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Idam Samawi.(Foto:Net)

Denpasar -  Dari sebanyak 27 struktur partai PDIP, ada diantaranya yang telah menjadi tersangka korupsi.  Salah satunya Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Idam Samawi. Dia merupakan tersangka kasus hibah anggaran KONI ke Persiba Bantul sebesar Rp 12,5 miliar. Kasusnya kini tengah ditangani oleh Kejati Daerah  Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal itu mengemuka sejalan dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan secara resmi tentang struktur kepengurusan periode 2015-2020. 
 
Namun, Megawati mengaku memiliki pertimbangan tersendiri dalam memasukkan nama Idam, dalam struktur kepengurusannya yang baru. Menurutnya, Idam merupakan sosok yang selalu mendampinginya untuk berdiskusi mengenai ideologi. "Beliau adalah orang yang selalu mendampingi saya bicara ideologi dan sebagainya," kata Megawati di Bali, Jumat (10/4/2015).

Menurut Megawati, Idam sesungguhnya telah meminta pensiun dari struktur kepengurusan, di mana Idam sendiri yang menyampaikan langsung kepada dirinya. Namun, Megawati meminta Idam untuk tetap membantunya di struktur kepengurusan baru.

"Kemarin-kemarin beliau bilang, 'Bu saya mau mengurus cucu. Lalu saya bilang, ayo bareng-bareng, saya juga punya cucu," cerita Megawati.
Megawati lantas mengajak Idam menunda dulu keinginannya fokus untuk momong cucunya. "Kita tunda dulu. Beliau bilang lagi katanya saya sudah tua. Saya bilang, mungkin lebih tua saya daripada Bapak," ujar Megawati.

Megawati menyebut, struktur kepengurusannya tidak banyak berubah dari periode lalu. "Yang saya sebutkan tidak banyak berubah, karena DPP kali ini bisa membawa kemenangan bagi kita," ujar Megawati.

Namun, ia pun tak menampik jika ada beberapa nama yang terpaksa dicopot. "Saya tidak ambil lagi karena itulah alasannya, antara lain ada hal yang tidak bisa saya sampaikan, tapi saya tahu. Mereka itu kali ini belum saya kembalikan lagi," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:politik,