Petugas ATC Mogok Massal, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Petugas ATC Mogok Massal, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Petugas ATC Mogok Massal, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Paris - Akibat petugas pengatur lalu lintas udara (ATC) di Perancis melakukan mogok massal sejak Kamis kemarin, menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan. Bahkan, aksi itu mendapat dukungan dari ribuan pekerja lainnya yang turun ke jalan, sebagai bentuk solidaritas dan persatuan berbagai serikat pekerja. 
 
Seperti dikutip AFPJumat (10/4/2015), akibatnya dari aksi mogok tersebut, ratusan penerbangan terpaksa ditunda dan dibatalkan di berbagai bandara di Perancis. Otoritas penerbangan sipil Perancis meminta berbagai maskapai, untuk membatalkan separuh penerbangan untuk menghindari kekacauan.
Namun begitu, tidak ada penumpukan penumpang yang berlebihan karena informasi mogok massal telah tersebar luas di Perancis.
 
Mogok massal itupun diserukan oleh serikat petugas pengatur lalu lintas udara Perancis, yakni SNCTA.
 
Para petugas bernegosiasi tentang kondisi anggota SNCTA. Jika permintaan mereka tidak diimplementasikan, maka mereka mengancam mogok massal lanjutan akan digelar pada 16–18 April dan 29 April hingga 2 Mei. "Sejak 2013, kita telah melakukan serangkaian pertemuan,” kata Ketua SNCTA Roger Rousseau.
 
Dia menegaskan, mogok massal tersebut bukan insiden mendadak. ”Aksi itu juga bukan keputusan yang didasari atas kemarahan," katanya.
 
Namun, mogok massal tersebut dikeluhkan oleh berbagai maskapai penerbangan. Mereka mengalami kerugian besar karena ribuan penumpang telantar.
 
 
Maskapai Perancis Air France misalnya, bahkan harus membatalkan 40 persen penerbangannya.
 
Sedangkan maskapai berbiaya rendah seperti Easyjet membatalkan lebih dari 220 penerbangan pada Rabu dan Kamis kemarin. Sementara Ryanair membatalkan lebih dari 500 penerbangan.
 
Mogok massal para petugas ATC itu juga mendapat dukungan dari berbagai serikat pekerja di Perancis. Berbagai serikat pekerja menentang segala bentuk kenaikan usia pensiun, dan pemotongan anggaran pemerintah. "Kita di sini (jalanan) untuk mendapatkan perubahan arah pemerintah yang mengklaim sayap kiri," kata Pimpinan Serikat Pekerja CGT, Pierre Tommasi.
 
CGT merupakan salah satu serikat pekerja terbesar yang beranggotakan para pekerja di sektor kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Media lokal Perancis pun melaporkan para staf pekerja Menara Eiffel Paris, menghentikan operasi hingga pukul 18.00 sebagai bagian aksi mogok massal.
 
Tak hanya itu, para guru sekolah umum Perancis juga menggelar aksi massal, karena kecewa dengan pemerintahan Presiden Francois Hollande yang ingin memotong anggaran untuk mengurangi defisit. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,