Cek Kebenaran Informasi Kesehatan dari Medsos!

Cek Kebenaran Informasi Kesehatan dari Medsos!

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Masyarakat diimbau untuk terlebih dahulu mengecek informasi kesehatan yang diperoleh dari media sosial atau medsos kepada ahli kesehatan guna mengetahui kebenarannya.

"Isu kesehatan melalui media sosial memang mudah didapat, tetapi banyak yang tidak benar. Untuk itu sebelum mempercayai informasi itu dan meneruskan informasi itu kepada lain, cek terlebih dulu," kata Sekjen Indonesian Heart Association Fauzi Yahya di sela pertemuan ilmiah Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA) di Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Masyarakat, ujar dia, harus memastikan informasi yang didapat benar atau tidak, kemudian setelah memastikan kebenarannya juga harus mempertimbangkan manfaat dari informasi itu bagi orang lain sebelum membaginya di media sosial.

Informasi yang benar tetapi tidak bermanfaat, kata dia, hanya akan menimbulkan kepanikan di masyarakat.

"Kalau mendapat informasi pastikan benar atau tidaknya. Kemudian bermanfaat tidak. Informasi yang menyebabkan kepanikan saya rasa tidak perlu dibagi (disebarkan, red)," ujar dia.

Ia mengatakan masyarakat memang harus memiliki inisiatif mencari tahu informasi kesehatan, tetapi dalam melakukannya harus menyaring dan memastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan korban.

"Informasi kesehatan, pelayanan jantung misalnya, yang tidak benar dapat membahayakan. Banyak korban meninggal karena menjadi korban informasi," kata dia.

Ia menuturkan di era perkembangan teknologi masyarakat dimudahkan dalam mengecek informasi pada ahli kesehatan melalui web yang kredibel.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta masyarakat dan pemerintah melakukan gerakan bersama dalam menangani dan mencegah serangan jantung.

Melalui gerakan itu, kata dia, masyarakat awam diharapkan mengenali gejala serangan jantung dan melakukan langkah yang tepat, termasuk tindakan kegawatdaruratan.

Penyakit jantung menjadi ancaman dunia dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendorong seluruh ngara untuk serius melakukan upaya pencegahan atau penanganan penyakit itu .(AY)

.

Categories:Infotech,
Tags:kesehatan,