Perda KBU Mengandung Banyak Kelemahan

Perda KBU Mengandung Banyak Kelemahan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Peraturan daerah (Perda) Kawasan Bandung Utara (KBU) mempunyai banyak kelemahan. Selama ini KBU cenderung ada pembiaran dan pengabaian. Demikian penilaian Pengamat dan Pakar Hukum Universitas Parhyangan Bandung  Asep Warlan.

"Saya dan tim peneliti Belanda melakukan research tentang KBU. Saya bicara bukan hanya dengan data koran, tapi kami research betul dan mereka bilang perdanya sangat lemah. Di sana ada pembiaran, pengabaian dan melalaikan pemanfaatan ruang," kata Asep saat ditemui usai acara dialog interaktif di Jalan Braga  No. 3 Kota Bandung, Sabtu (11/4/2015).

Asep juga menambahkan, kata pengendalian di perda KBU hanya dijadikan sebagai administratif bukan merupakan dasar hukum. "Saya katakan izin jangan ditempatkan sebagai pemanfaatan, tapi izin tersebut sebagai penggendalian. Jadi, ketika apapun mereka ingin memanfaatkan, asal izin ini jadi sah. Izin dianggap oleh mereka sebagai pemanfaatan bukan izin pengendalian dalam pemanfaatan ruangnya. Itu temuan saya selama ini," papar Asep.

Menurutnya, Perda KBU yang ada saat ini banyak sekali mempunyai kelemahan. Seharusnya ijin pembangunan KBU diperrmasalahkan dan bukan rekomendasi. Untuk itu, pihaknya berencana akan mengupayakan adanya revisi dari Perda tersebut.

"Jadi ketika ada pertanyaan, apakah ada kelemahan di Perda KUBU? Ya betul ada, malahan terkesan ada pembiaran, melalaikan dan mengabaikan," pungkasnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,