Kesyahduan Perang Bubat dalam Bingkai Wayang Golek

Kesyahduan Perang Bubat dalam Bingkai Wayang Golek

Suasana syahdu dan hari menyeruak di Alun-alun Maya Datar Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/4/2015) malam saat pagelaran Wayang Golek, Seni Tari dan Sastra bertema Perang Bubat.

Purwakarta - Suasana syahdu dan hari menyeruak di Alun-alun Maya Datar Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/4/2015) malam saat pagelaran Wayang Golek, Seni Tari dan Sastra bertema Perang Bubat.

Apalagi,  budayawan Sudjiwo Tedjo hadir dalam acara itu. Juga turut hadir Yogaswara Sunandar Sunarya, Awen Dede dan Amung Sutarya.

Selain itu, hadir juga sastrawan dan  budayawan asal Bandung, Iman Sholeh. Selain itu, ada juga sastrawan Emka 9.

Sudjiwo Tedjo membuka acara itu dengan pembacaan puisi berbahasa Jawa dengan diiringi suara kecapi dan seruling bambu.

"Bahwa dalam perang itu tidak ada yang salah dan benar," kata Sudjiwo Tedjo mengawali pembacaan puisinya.

Selain itu, budayawan Iman Sholeh juga membawakan puisi tentang ibu.

"Perang Bubat"  selama ini dikenal kontroversi. Puteri Sunda saat itu, Diah Pitaloka tewas dalam peperangan antara kerajaan Sunda dan kerajaan Majapahit itu.

"Sejarah tidak boleh ada yang ditutup-tutupi agar kita belajar memahami kekurangan dan kelebihan kita," kata Dedi yang hari ini memperingati hari ulang tahunnya yang ke-44.

Meski menggelar pentas kebudayaan bertema "Perang Bubat" yang kontroversial, toh ia tidak ingin membuka luka lama antara kebudayaan Sunda dan Jawa.

"Malam ini, kita coba mengungkap sejarah tabu untuk dibicarakan. "Perang Bubat", perang yang lahirkan kebencian. Tapi kebencian itu adalah cerita masa lalu, dan perang itu saat ini jadi ungkapan cinta pada kepemimpinan masa itu," ujarnya.

Ia menambahkan, banyak pelajaran yang bisa dipetik pada kisah pilu "Perang Bubat".

"Kerajaan Sunda berani mengorbankan dirinya untuk kehormatan bangsa. Gajah Mada tumbuh perkasa jaga keutuhan Majapahit sebagai bingkai nusantara dan cikal bakal bangsa kita. Lalu Hayam Wuruk adalah ekpresi cinta seorang raja yang mencintai puteri Sunda," ujarnya.(Ode)**

.

Categories:Hiburan,
Tags:,